Republik Islam Iran memperkenalkan Diplomasi Al-Qur’an sebagai inisiatif budaya yang disebut bertujuan menyebarkan pesan perdamaian, kasih sayang, dan persaudaraan Islam di dunia Islam. Program ini mengandalkan kapasitas para duta Al-Qur’an Iran untuk memperkuat hubungan antarmasyarakat Muslim.
Menurut laporan IRNA, Direktur Eksekutif Yayasan Diplomasi Al-Qur’an Alireza Tola’i, di sela-sela Pameran Internasional Al-Qur’an ke-33 di Tehran, mengatakan diplomasi Al-Qur’an merupakan instrumen untuk memperkuat konvergensi di antara umat Muslim. Ia menjelaskan, yayasan tersebut memanfaatkan kapasitas-kapasitas Al-Qur’an serta popularitas para duta Al-Qur’an Iran di berbagai negara untuk memperkokoh budaya persaudaraan, perdamaian, dan kasih sayang di dunia Islam.
Tola’i juga merujuk pada dimulainya aktivitas stan Yayasan Diplomasi Al-Qur’an di bagian internasional pameran tersebut. Ia menyebut diplomasi Al-Qur’an sebagai instrumen yang “cerdas dan terarah” dengan fokus pada kesamaan umat Muslim, termasuk Al-Qur’an dan tauhid, sehingga dinilai dapat menyediakan landasan bagi penguatan persaudaraan Islam. Menurutnya, pemilihan Pameran Internasional Al-Qur’an sebagai platform resmi untuk memperkenalkan yayasan ini mencerminkan pendekatan terstruktur Iran dalam memanfaatkan kapasitas budaya untuk interaksi internasional.
Lebih lanjut, Tola’i menyinggung perjalanan dan pidato para duta Al-Qur’an Iran di berbagai negara. Ia mengatakan, sebagian masyarakat di sejumlah tempat memiliki pemahaman keliru tentang identitas Islam Iran akibat pengaruh media yang memusuhi. Namun, dalam kunjungan-kunjungan tersebut, ia menilai muncul kesadaran mengenai adanya kesamaan yang mendalam di antara umat Muslim. Tola’i menambahkan, fokus pada kesamaan itu disebut telah menghasilkan umpan balik positif dan memperkuat hubungan budaya.
Terkait dampak yang lebih luas, Tola’i menyampaikan bahwa diplomasi Al-Qur’an tidak hanya terbatas pada bidang budaya, tetapi juga dapat menjadi penggerak bagi kerja sama di sektor lain. Ia menyebut bahwa setelah pelaksanaan program-program yayasan, ruang-ruang dagang, pusat-pusat ilmiah, hingga sektor wisata kesehatan menjadi lebih aktif. Menurutnya, landasan yang diciptakan Al-Qur’an memiliki kapasitas untuk memperkuat bentuk diplomasi lainnya, dengan syarat berpegang teguh pada Al-Qur’an menjadi poros gerakan.

