Makassar—Women in Maritime Indonesia (WIMA-INA) menegaskan komitmennya memperkuat peran perempuan di sektor maritim, salah satunya melalui partisipasi dalam The 4th International Conference on Maritime Development (ICMaD) 2025 yang diselenggarakan Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Makassar.
Ketua Umum WIMA Indonesia, Chandra Motik Yusuf, menyatakan kesetaraan gender tidak hanya menjadi isu sosial, tetapi juga strategi pembangunan dan inovasi bagi masa depan industri maritim. Ia menilai perempuan memiliki peran strategis dalam mendorong inovasi serta keberlanjutan sektor tersebut.
“Perempuan memiliki peran strategis dalam mendorong inovasi dan keberlanjutan sektor maritim. Melalui kepemimpinan yang kolaboratif, pendekatan yang inklusif, dan semangat kebersamaan, perempuan mampu menjadi penggerak perubahan di tengah dinamika global yang terus berubah,” ujar Chandra dalam keterangannya, Kamis, 9 Oktober 2025.
Chandra juga menyoroti pentingnya landasan hukum maritim yang kuat dan terpadu untuk memastikan keberlanjutan pembangunan di sektor maritim. Menurutnya, penyusunan Rancangan Undang-Undang Hukum Maritim (RUU Hukum Maritim) dapat menjadi tonggak menuju sistem hukum maritim nasional yang modern, berkeadilan, dan berdaya saing global, termasuk dalam menjamin ruang partisipasi perempuan.
Selain WIMA Indonesia, konferensi tersebut menghadirkan pembicara dari berbagai institusi nasional dan internasional, antara lain World Maritime University (WMU), UNESCAP, dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). Para narasumber membahas sejumlah isu strategis, seperti transformasi digital, efisiensi energi, keselamatan pelayaran, hingga penguatan sumber daya manusia di sektor maritim.
WIMA Indonesia menyebut keterlibatan dalam ICMaD 2025 menjadi bagian dari upaya memperluas jejaring dan memperkuat kolaborasi internasional untuk membuka pintu kesetaraan serta memperkuat industri maritim.

