Pemerintah Pakistan mengumumkan Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Luar Negeri Mohammad Ishaq Dar akan melakukan kunjungan ke Beijing pada Selasa, 1 April 2026. Kunjungan ini disebut sebagai bagian dari upaya menegaskan kembali hubungan yang telah lama terjalin antara Pakistan dan China.
Dalam pernyataannya, Kementerian Luar Negeri Pakistan menyampaikan bahwa kedua pihak akan menggelar “diskusi mendalam mengenai perkembangan regional serta isu bilateral dan global yang menjadi kepentingan bersama”. Pakistan juga menekankan kemitraan strategis dengan China yang digambarkan sebagai “all-weather”.
Meski demikian, kunjungan Dar berlangsung di tengah situasi yang dinilai menantang, bukan terkait hubungan Islamabad dengan Beijing, melainkan dinamika di kawasan sekitar Pakistan. Sejumlah analis mempertanyakan apakah Pakistan dapat mendorong China untuk memainkan peran yang lebih aktif dalam upaya mediasi yang sedang berlangsung.
Di sisi lain, perkembangan kawasan juga diwarnai pernyataan Presiden Iran Masoud Pezeshkian. Ia menyatakan Iran telah menjadi target dua kali selama proses negosiasi dan menuding Amerika Serikat tidak sungguh-sungguh menjunjung diplomasi, sebagaimana dilaporkan Al Jazeera Arabic.
Dalam pernyataan resmi kantor kepresidenan Iran, Pezeshkian menambahkan bahwa ketegangan di Selat Hormuz merupakan akibat dari apa yang ia sebut sebagai tindakan bermusuhan Amerika-Zionis terhadap Iran. Ia juga menyoroti posisi Eropa yang dinilainya berat sebelah dalam urusan Iran, dalam percakapan dengan Presiden Dewan Eropa.

