BERITA TERKINI
Wamenperin Perkuat Diplomasi Industri Indonesia–Rusia lewat Forum Bisnis di Saint Petersburg

Wamenperin Perkuat Diplomasi Industri Indonesia–Rusia lewat Forum Bisnis di Saint Petersburg

Wakil Menteri Perindustrian (Wamenperin) Faisol Riza memperkuat kolaborasi industri antara Indonesia dan Federasi Rusia melalui forum bisnis di Saint Petersburg. Menurut Faisol, kegiatan tersebut ditujukan untuk membuka peluang investasi baru bagi sektor manufaktur.

Forum ini juga menjadi langkah strategis dalam menyambut partisipasi Indonesia sebagai negara mitra pada ajang INNOPROM 2026. Pemerintah menilai perluasan jejaring ekonomi di tingkat global penting untuk mendorong peningkatan daya saing industri nasional.

Faisol menegaskan forum tersebut diarahkan pada kemitraan industri yang nyata dan tindak lanjut investasi yang produktif. Ia menyebut pertemuan ini bukan sekadar ajang komunikasi biasa bagi pelaku usaha kedua negara.

Dari pihak Rusia, Wakil Menteri Perindustrian dan Perdagangan Federasi Rusia Alexey Gruzdev menyampaikan komitmen untuk memperkuat hubungan ekonomi. Ia menyoroti fondasi kerja sama jangka panjang Rusia dan Indonesia yang dinilainya terus menguat.

Forum diplomatik ini dihadiri lebih dari 100 peserta dari unsur pemerintah dan swasta. Duta Besar Republik Indonesia untuk Federasi Rusia turut menyampaikan pandangan terkait penguatan investasi strategis.

Sejumlah perusahaan, antara lain PT PAL Indonesia dan Rosatom, memaparkan profil bisnis serta peluang kolaborasi. PT Pupuk Indonesia dan UC Rusal juga menyoroti potensi kerja sama di sektor manufaktur dan teknologi.

Dalam pemaparan peluang, Rusia menawarkan keunggulan di bidang industri berat serta rekayasa teknologi dengan kapasitas riset yang mumpuni. Sementara Indonesia dinilai memiliki potensi pasar domestik yang besar serta kawasan industri yang kompetitif sebagai basis produksi.

Pemerintah menyatakan terus mengakselerasi pengembangan industri berbasis hilirisasi untuk mendukung transformasi ekosistem manufaktur yang lebih modern. Penguatan ketahanan industri juga dilakukan melalui pemanfaatan teknologi maju dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia di daerah.

Direktorat Jenderal Ketahanan, Perwilayahan dan Akses Industri Internasional (Ditjen KPAII) disebut berperan aktif memperluas akses pasar luar negeri. Melalui promosi internasional, Ditjen ini mendorong peningkatan daya saing produk manufaktur lokal di tengah dinamika persaingan global.

Direktur Jenderal KPAII Tri Supondy menilai forum tersebut memperkuat fondasi kerja sama kedua negara. Ia menyebut antusiasme pelaku usaha mencerminkan potensi besar untuk mengembangkan manufaktur secara bersama.

Isu diversifikasi rantai pasok global turut menjadi salah satu pembahasan utama dalam forum. Kerja sama yang dibangun diharapkan dapat menciptakan kemitraan industri jangka panjang yang saling menguntungkan bagi kedua pihak.

“Kami meyakini bahwa kerja sama yang dibangun hari ini akan menjadi modal penting untuk menciptakan kemitraan industri jangka panjang yang saling menguntungkan. Serta memperkuat posisi Indonesia dan Rusia dalam ekosistem industri global,” kata Tri dalam keterangan yang diterima RRI, Selasa, 5 Mei 2026.