BERITA TERKINI
PM Le Minh Hung Minta Kemenlu Susun Strategi Diplomasi Budaya hingga 2035 dan Perkuat Arah Kebijakan Luar Negeri

PM Le Minh Hung Minta Kemenlu Susun Strategi Diplomasi Budaya hingga 2035 dan Perkuat Arah Kebijakan Luar Negeri

Pada pagi 11 Mei, Perdana Menteri Le Minh Hung memimpin sesi kerja dengan Kementerian Luar Negeri untuk membahas arah serta tugas-tugas utama, mendesak, dan strategis pada periode mendatang.

Dalam pertemuan tersebut, Perdana Menteri menekankan perlunya Kementerian Luar Negeri memberi perhatian khusus pada pembangunan Partai dan perlindungan keamanan politik internal, terutama pada bidang-bidang yang dinilai penting.

Ia juga meminta dilakukan penelitian secara menyeluruh serta percepatan konkretisasi dan institusionalisasi pedoman kebijakan luar negeri dari Kongres Partai ke-14 ke dalam rencana, proyek, dan solusi yang spesifik, guna memastikan kemajuan dan kualitas pelaksanaan.

Perdana Menteri mengarahkan Kementerian Luar Negeri untuk berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait guna segera meninjau serta mengusulkan amandemen dan penambahan terhadap keputusan mengenai fungsi, tugas, dan struktur organisasi Kementerian Luar Negeri. Selain itu, ia meminta agar KPI segera dikembangkan sebagai dasar evaluasi bagi pejabat dan aparatur sipil negara.

Di bidang pelaksanaan kegiatan luar negeri, Perdana Menteri meminta Kementerian Luar Negeri bersikap proaktif dalam membangun mekanisme pengelolaan titik fokus kegiatan, khususnya terkait hubungan ekonomi luar negeri, penarikan investasi, promosi pariwisata, dan diplomasi teknologi.

Secara khusus, ia meminta Kementerian Luar Negeri berkoordinasi dengan Kementerian Kebudayaan, Olahraga dan Pariwisata untuk meneliti dan menyusun Strategi Diplomasi Budaya hingga tahun 2035, dengan visi hingga tahun 2045.

Selain itu, Perdana Menteri menekankan pentingnya peningkatan kualitas penelitian, konsultasi, penilaian, dan perkiraan atas dinamika global dan regional, termasuk penyesuaian strategi serta kebijakan terhadap mitra-mitra utama dan penting. Ia meminta agar informasi, saran, dan rekomendasi kebijakan—termasuk langkah dan skenario respons—dapat disiapkan secara tepat waktu guna menghindari ketertinggalan atau ketidaksiapan.

Arahan tersebut disebut bertujuan mencegah sejak dini berbagai risiko yang dapat memengaruhi keamanan nasional, pertahanan, dan pembangunan. Perdana Menteri juga menekankan penguatan penelitian dan konsultasi yang terkait erat dan efektif dengan target pertumbuhan “dua digit”, transformasi, serta pembangunan model pertumbuhan baru yang bertumpu pada ilmu pengetahuan dan teknologi, inovasi, dan transformasi digital.