Wakil Menteri Luar Negeri Vietnam Nguyen Minh Hang menilai tahun 2026 sebagai tahun yang memiliki arti strategis bagi negara tersebut. Ia menyebut 2026 menjadi tahun pertama pelaksanaan Resolusi Kongres Nasional Partai ke-14 sekaligus awal penerapan rencana pembangunan sosial-ekonomi 2026–2030, yang sejak awal dirancang untuk membentuk model pembangunan dan lintasan pertumbuhan jangka panjang demi mencapai dua tujuan strategis 100 tahun.
Dalam konteks yang disebutnya menghadirkan potensi dan harapan baru, Nguyen Minh Hang menegaskan diplomasi ekonomi dituntut terus berinovasi dalam cara berpikir, peka dan tegas dalam pelaksanaan, serta kreatif dalam pendekatan. Ia menekankan prinsip menempatkan kepentingan nasional sebagai prioritas utama, dengan bisnis dan masyarakat sebagai pusat pelayanan.
Menurutnya, prinsip panduan diplomasi ekonomi pada 2026 harus diarahkan untuk menciptakan ruang pembangunan baru, menghubungkan sumber daya strategis, serta memverifikasi efektivitasnya melalui implementasi.
Pertama, penciptaan ruang pembangunan baru mencakup perluasan di bidang pasar, teknologi, modal, energi, dan rantai pasokan. Dalam kerangka ini, Vietnam juga didorong memposisikan diri dalam rantai nilai masa depan dan peta teknologi global pada sektor-sektor utama seperti kecerdasan buatan (AI), semikonduktor, data, teknologi hijau, dan energi baru.
Kedua, diplomasi ekonomi diarahkan untuk menghubungkan sumber daya strategis bagi pembangunan, termasuk menghubungkan mitra dan proyek, memperkuat keterhubungan antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah dan dunia usaha, serta menghubungkan pengetahuan dan sumber daya komunitas Vietnam di luar negeri.
Ketiga, Nguyen Minh Hang menekankan pentingnya verifikasi dan pengukuran hasil melalui tindak lanjut serta dorongan implementasi sebagai “ukuran efektivitas” diplomasi ekonomi. Verifikasi ini, menurutnya, dilakukan dengan memastikan kemajuan atas komitmen, menguji dokumen melalui proyek, dan membuktikan pernyataan melalui tindakan.
Dengan pendekatan tersebut, diplomasi ekonomi pada 2026 dan tahun-tahun berikutnya disebut akan berfokus pada prioritas strategis yang menghasilkan keluaran nyata. Nguyen Minh Hang menyampaikan lima prioritas yang perlu dipegang.
Pertama, memprioritaskan promosi pendorong pertumbuhan baru dengan menjadikan diplomasi ilmu pengetahuan dan teknologi, diplomasi semikonduktor, serta diplomasi ekonomi digital sebagai pendorong utama dan terobosan dalam era baru diplomasi ekonomi.
Kedua, menciptakan terobosan dalam perluasan pasar dan rantai pasokan dengan mitra potensial di Timur Tengah, Afrika, Amerika Latin, Eropa Timur, dan Asia Tengah, sembari memperkuat serta memperluas kerja sama dengan mitra tradisional utama dan memanfaatkan kerangka kerja sama baru.
Ketiga, memprioritaskan dukungan kepada daerah dan pelaku usaha—terutama usaha kecil dan menengah—untuk meningkatkan efektivitas integrasi ekonomi internasional dan memaksimalkan komitmen yang telah ada.
Keempat, meningkatkan kualitas dan kepraktisan riset, mengaitkannya dengan kebutuhan nyata, mengikuti perkembangan situasi aktual, serta segera memberikan masukan kebijakan yang dinilai “akurat” dan “benar”.
Nguyen Minh Hang juga menyinggung landasan kebijakan luar negeri Vietnam yang luas, termasuk jaringan 17 perjanjian perdagangan bebas, hubungan diplomatik dengan 194 negara, kemitraan komprehensif atau tingkat tinggi dengan 42 negara, serta kemitraan strategis komprehensif dengan kelima anggota tetap Dewan Keamanan PBB. Namun ia menegaskan fondasi tersebut hanya berarti jika diwujudkan menjadi nilai konkret, proyek investasi berkualitas tinggi, pasar ekspor berkelanjutan, peningkatan daya saing bisnis Vietnam, serta penguatan reputasi internasional negara itu.
Ia menyatakan keyakinannya diplomasi ekonomi pada 2026 akan menciptakan dorongan baru bagi Vietnam untuk mempercepat langkah, melakukan terobosan, dan bergerak maju secara cepat, kuat, dan mantap, sekaligus berkontribusi pada aspirasi nasional menuju kekuatan dan kemakmuran.

