BERITA TERKINI
Wamenkominfo: Teknologi Digital Berpotensi Jadi Solusi untuk Perubahan Iklim

Wamenkominfo: Teknologi Digital Berpotensi Jadi Solusi untuk Perubahan Iklim

Teknologi digital dinilai dapat menjadi salah satu solusi untuk menjawab isu perubahan iklim dan keberlanjutan lingkungan, terutama melalui pendekatan digitalisasi untuk keberlanjutan (digitalization for sustainability). Hal ini disampaikan Wakil Menteri Komunikasi dan Informatika, Nezar Patria, dalam keterangannya terkait Nusantara Sustainability Trend (Nature) Forum 2024: Embracing Humans and Environment in Harmony di Jakarta, Jumat (1/3/2024).

Nezar menyebut pemanfaatan teknologi digital dapat diarahkan untuk membantu penyelesaian persoalan lingkungan. Contohnya, penggunaan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) untuk pengelolaan sampah dan prediksi iklim, hingga pemanfaatan perangkat pintar (smart devices) untuk meningkatkan efisiensi energi.

Menurutnya, teknologi digital memiliki kelebihan dalam penerapan circular design dan efisiensi energi. Karena itu, pengembangan serta pemanfaatannya dinilai selaras dengan prinsip keberlanjutan lingkungan.

Ia mencontohkan praktik dekarbonisasi di sektor logistik, manufaktur, pertanian, energi, dan konstruksi yang disebut dapat menurunkan emisi karbon dioksida (CO2) global hingga 20 persen. Selain itu, transformasi digital disebut membuka peluang besar bagi keberlanjutan lingkungan, dengan proyeksi digitalisasi dapat mengurangi emisi CO2 sebesar 35 persen pada dekade berikutnya, serta menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).

Nezar juga menyampaikan bahwa saat ini lebih dari 40 persen pemimpin bisnis global telah berkomitmen menerapkan energi berkelanjutan dan mengembangkan teknologi digital sebagai bentuk adaptasi terhadap perubahan iklim. Komitmen itu, menurutnya, tercermin dalam penerapan teknologi internet of thing (IoT), AI, dan otomatisasi, termasuk pemanfaatan robotik business automation di berbagai sektor.

Lebih lanjut, transformasi digital dinilai turut berdampak pada efisiensi penggunaan bahan bakar hingga 90 persen. Nezar menambahkan, teknologi juga disebut dapat mengurangi sampah dan mendetoksifikasi rantai produksi hingga 100 kali lebih sedikit.

Nature Forum 2024 merupakan konferensi sekaligus ajang pemberian penghargaan kepada lembaga dan korporasi yang menerapkan inovasi keberlanjutan.