BERITA TERKINI
Wamenaker: Sekitar 20 Ribu Pekerja Terdampak PHK hingga Maret 2026

Wamenaker: Sekitar 20 Ribu Pekerja Terdampak PHK hingga Maret 2026

JAKARTA — Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) masih membayangi dunia ketenagakerjaan nasional. Hingga Maret 2026, sekitar 20 ribu pekerja dilaporkan terdampak PHK di tengah tekanan ekonomi global dan ketidakpastian geopolitik internasional.

Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor mengatakan, sektor industri padat karya menjadi bidang yang paling banyak mengalami pengurangan tenaga kerja pada kuartal pertama tahun ini.

“Saya belum tahu pasti, cuma memang sampai dengan bulan Maret 2026 kemarin ada sekitar lebih kurang 20 ribuan lebih yang terdampak (PHK),” kata Afriansyah, Sabtu (9/5/2026).

Meski belum merinci sektor maupun wilayah yang paling terdampak, Afriansyah mengakui kondisi ekonomi global memberi tekanan besar terhadap aktivitas usaha di Indonesia. Menurutnya, konflik geopolitik dan dinamika globalisasi turut memengaruhi stabilitas bisnis nasional.

“Pemerintah tetap waspada menyikapi akan terjadinya dampak situasi perekonomian. Pertama karena perang, kemudian juga ada masalah soal globalisasi yang luar biasa, ya,” ujarnya.

Dalam beberapa waktu terakhir, tekanan ekonomi global disebut berdampak pada sejumlah industri, terutama sektor padat karya yang bergantung pada permintaan ekspor dan kestabilan rantai pasok internasional.

Meski demikian, pemerintah meminta pelaku usaha dan masyarakat tidak panik. Afriansyah menyampaikan imbauan Presiden Prabowo Subianto agar industri tetap tenang dan optimistis menghadapi perkembangan tantangan ekonomi.

“Jadi, kita tetap tenang di bawah kepemimpinan Bapak Presiden, dan jelas kemarin Presiden juga mengimbau agar semua industri juga tetap menghadapinya dengan situasi yang tenang. Jadi, tidak usah perlu takut lah, gitu,” kata Afriansyah.