BERITA TERKINI
Wamen ESDM Tinjau Oil Terminal Karimun untuk Memastikan Cadangan dan Distribusi BBM

Wamen ESDM Tinjau Oil Terminal Karimun untuk Memastikan Cadangan dan Distribusi BBM

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung melakukan kunjungan mendadak ke PT Oil Terminal Karimun, Kepulauan Riau, Rabu, 1 April 2026. Kunjungan ini dilakukan di tengah memanasnya konflik global, sebagai langkah pemerintah untuk memastikan ketahanan energi nasional tetap terjaga.

Yuliot datang didampingi jajaran Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. Setibanya di Karimun, rombongan disambut Bupati Karimun Iskandarsyah bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD) di Pelabuhan Domestik Karimun.

“Kedatangan ini untuk mengunjungi PT Oil Terminal Karimun. Pembahasan secara teknis nanti dalam pertemuan di sana,” ujar Iskandarsyah.

Dalam kunjungan tersebut, perhatian diarahkan pada kesiapan fasilitas tangki penyimpanan (storage tank) bahan bakar minyak (BBM) di kawasan terminal. Fasilitas ini disebut memiliki peran sebagai salah satu penyangga cadangan BBM nasional, khususnya untuk kebutuhan Pertamina. Pemerintah juga menilai pemantauan ini penting untuk menjaga stabilitas distribusi energi di tengah fluktuasi harga minyak dunia.

Kunjungan itu turut dikaitkan dengan isu yang sempat beredar mengenai dugaan penyimpanan BBM asal Rusia di PT Oil Terminal Karimun, yang disebut-sebut berpotensi memicu sanksi dari Uni Eropa. Pemerintah Kabupaten Karimun sebelumnya telah berulang kali menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar. Dalam konteks itu, kehadiran Wamen ESDM dipandang sebagai upaya klarifikasi langsung sekaligus penguatan kepercayaan publik, serta memastikan operasional terminal berjalan sesuai aturan nasional maupun internasional.

Agenda pembahasan utama dalam kunjungan ini berlangsung tertutup. Bupati Karimun dan jajaran FKPD tidak ikut serta dalam pertemuan teknis di area perusahaan.

“Karena ini bersifat teknis, makanya kami tidak ikut mendampingi beliau,” kata Iskandarsyah.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari PT Oil Terminal Karimun maupun Kementerian ESDM mengenai hasil pertemuan tersebut.