BERITA TERKINI
Wall Street Dibuka Menguat, Sentimen Terangkat oleh Harapan Diplomasi Timur Tengah dan Laporan Kinerja Emiten

Wall Street Dibuka Menguat, Sentimen Terangkat oleh Harapan Diplomasi Timur Tengah dan Laporan Kinerja Emiten

Indeks-indeks utama Wall Street dibuka menguat pada awal perdagangan Kamis (16/4/2026). Penguatan ini ditopang meningkatnya harapan bahwa fase terburuk konflik di Timur Tengah telah berlalu, serta rangkaian laporan pendapatan perusahaan yang dinilai solid sehingga meredakan kekhawatiran atas kesehatan ekonomi.

Meski belum ada kesepakatan untuk mengakhiri permusuhan yang melibatkan Iran, ekspektasi akan kemajuan diplomatik ikut mendorong sentimen pasar.

Pada bel pembukaan, indeks Dow Jones Industrial Average naik 94,1 poin atau 0,19% ke 48.557,82. Indeks S&P 500 menguat 14,8 poin atau 0,21% ke 7.037,78, sementara Nasdaq Composite naik 46,4 poin atau 0,19% menjadi 24.062,454.

Sehari sebelumnya, S&P 500 dan Nasdaq ditutup di level tertinggi sepanjang masa, mencerminkan meningkatnya minat terhadap aset berisiko selama diplomasi dinilai bergerak ke arah yang diharapkan.

“Untuk saat ini, pasar berada pada titik yang menguntungkan di mana gencatan senjata masih berlaku, dan ada harapan nyata bahwa kesepakatan akan segera tercapai,” kata Kathleen Brooks, direktur riset di XTB.

Sentimen juga terbantu setelah seorang pejabat senior Israel menyatakan kabinet Israel bertemu pada Rabu untuk membahas kemungkinan gencatan senjata di negara tetangga, Lebanon. Gencatan senjata semacam itu dinilai dapat mengurangi salah satu hambatan penting menuju kesepakatan perdamaian yang lebih luas. Presiden Donald Trump juga mengindikasikan Washington masih dapat mencapai kesepakatan dengan Teheran.

Namun, pasar saham tetap rentan apabila diplomasi gagal dan memicu eskalasi baru. “Negosiasi yang sedang berlangsung dapat membawa lebih banyak perubahan dan berita yang kontradiktif, sehingga kondisi perdagangan tetap berbahaya,” kata Lisa Shalett, kepala investasi di Morgan Stanley Wealth Management.

Di sisi korporasi, musim laporan keuangan yang semakin intensif turut menjadi katalis bagi pergerakan pasar. Saham PepsiCo naik 0,7% sebelum pasar dibuka setelah melampaui perkiraan laba kuartalan, sementara saham Travelers turun 0,6% usai mengumumkan hasil kinerjanya. Netflix dijadwalkan melaporkan hasil setelah penutupan perdagangan.

Sejumlah bank yang telah merilis kinerja sepanjang pekan ini dilaporkan melampaui perkiraan dan menyatakan konsumen masih sehat secara finansial, sehingga membantu meredakan kekhawatiran terhadap mesin pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat.

Sejumlah sektor yang sebelumnya tertekan, seperti teknologi dan perangkat lunak, tercatat kembali pulih pada pekan ini. Saham berkapitalisasi kecil juga menguat, dengan indeks Russell 2000 berada sekitar 0,8% di bawah rekor tertinggi intraday-nya.

Investor turut mencermati transisi kepemimpinan di Federal Reserve yang disebut goyah. Kevin Warsh, calon pilihan Trump untuk menggantikan Jerome Powell sebagai ketua The Fed, disebut menghadapi proses suksesi yang kurang lancar dan tidak setepat waktu seperti perkiraan sebelumnya.

Trump pada Rabu mengatakan ia akan memecat Powell dari kursinya di Dewan Gubernur bank sentral AS jika Powell tidak mengosongkan jabatan tersebut ketika masa jabatannya sebagai kepala The Fed berakhir pada 15 Mei.