Pemerintah Kota Salatiga menegaskan komitmennya memperkuat posisi di kancah internasional melalui diplomasi pendidikan dan penguatan nilai toleransi. Komitmen itu disampaikan saat Wali Kota Salatiga dr. Robby Hernawan, Sp.OG. menerima kunjungan Mufti Kerajaan Negeri Sabah, Malaysia, S.S. Datuk Ustaz Hj. Bungsu Aziz bin Haji Jaafar, di Ruang Kalitaman, Rabu (6/5/2026).
Pertemuan tersebut disebut menjadi ruang dialog lintas negara, khususnya terkait pengembangan pendidikan keagamaan yang moderat. Delegasi dari Sabah juga disambut jajaran Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) serta Rektor UIN Salatiga untuk membahas peluang kerja sama konkret ke depan.
Robby mengatakan kunjungan itu menjadi momentum untuk saling bertukar gagasan mengenai moderasi beragama sekaligus mempererat hubungan internasional. Ia juga memperkenalkan Salatiga sebagai kota yang konsisten mempertahankan predikat kota paling toleran di Indonesia.
“Kunjungan ini merupakan momentum strategis untuk mempererat hubungan internasional kita. Bukan sekadar seremonial, tapi langkah nyata dalam memperkuat diplomasi pendidikan dan nilai-nilai moderasi beragama antara Salatiga dan Sabah,” ujar Robby.
Menurut Robby, fondasi toleransi di Salatiga diperkuat melalui regulasi yang inklusif dan kurikulum pendidikan berbasis kebhinekaan. Upaya itu, kata dia, diarahkan untuk menyiapkan generasi masa depan yang memiliki karakter tasamuh (toleransi) dan tawazun (keseimbangan).
“Kami meyakini pendidikan adalah fondasi utama. Melalui kurikulum berbasis kebhinekaan, kita sedang menyiapkan generasi masa depan yang inklusif,” tegasnya.
Sementara itu, Mufti Negeri Sabah Datuk Ustaz Hj. Bungsu Aziz bin Haji Jaafar menyampaikan ketertarikannya menjalin kerja sama khusus dengan UIN Salatiga. Ia menyebut kerja sama itu terutama terkait pengembangan bidang tahfiz bagi pemuda di Sabah.
Ia juga menilai kedekatan historis dan emosional antara Sabah dan Salatiga dapat menjadi modal untuk memperkuat sinergi di masa mendatang.