Jakarta — Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno mengapresiasi strategi diplomasi Presiden Prabowo Subianto yang dinilainya berkontribusi menjaga stabilitas ekonomi nasional, menyusul terwujudnya gencatan senjata antara Iran dan Amerika Serikat.
Menurut Eddy, konsistensi Presiden Prabowo dalam mengedepankan diplomasi damai, deeskalasi konflik, serta penghormatan terhadap hukum internasional mencerminkan politik luar negeri bebas aktif yang berorientasi global, sekaligus berdampak langsung terhadap stabilitas nasional.
Pernyataan itu disampaikan Eddy sebagai respons atas taklimat pidato Presiden Prabowo yang menyampaikan keberhasilan menjaga stabilitas ekonomi nasional.
Eddy menilai kondisi stabilitas harga energi di Indonesia lebih kondusif dibandingkan sejumlah negara lain, seperti Singapura, Filipina, dan Thailand. Ia mengingatkan bahwa eskalasi konflik di Timur Tengah berpotensi menekan rantai pasok energi global dan mendorong kenaikan harga berbagai komoditas, termasuk minyak mentah, pupuk, dan bahan baku plastik.
“Oleh karena itu, setiap upaya deeskalasi, termasuk gencatan senjata, harus kita apresiasi karena berdampak langsung pada stabilitas perekonomian nasional,” ujarnya.
Eddy menekankan, strategi diplomasi yang dinilai efektif tersebut turut berkontribusi pada stabilitas harga energi, inflasi, serta kepastian ekonomi di dalam negeri. Ia menyebut, ketika harga energi global lebih terkendali, tekanan terhadap APBN dapat berkurang, subsidi energi lebih terjaga, dan daya beli masyarakat dapat dipertahankan.
Meski demikian, Eddy menegaskan ketahanan energi nasional tidak boleh bergantung semata pada dinamika global. Ia mendorong pemerintah mempercepat agenda transisi energi, termasuk penguatan elektrifikasi transportasi, industri, dan rumah tangga, serta pengembangan energi baru terbarukan agar ketergantungan terhadap impor energi fosil dapat dikurangi.
“Diplomasi yang efektif harus diiringi dengan kebijakan domestik yang kuat. Kita harus membangun sistem ketahanan energi yang kuat agar tidak mudah terguncang oleh konflik internasional,” kata Eddy.
Ia juga mengingatkan pentingnya keandalan pasokan energi nasional melalui penguatan cadangan energi strategis dan optimalisasi peran BUMN energi dalam menjaga stabilitas distribusi. Menurut Eddy, ketahanan energi merupakan bagian integral dari kedaulatan nasional dan perlu diterjemahkan ke dalam kebijakan dalam negeri yang konkret.
“Inilah kunci agar Indonesia mampu membangun ketahanan ekonomi dan energi yang berkelanjutan di tengah gejolak global,” tuturnya.