Kupang — Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Johni Asadoma mengimbau masyarakat untuk bersiap menghadapi potensi guncangan ekonomi seiring gejolak geopolitik global akibat konflik di Timur Tengah yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran. Menurutnya, situasi tersebut mulai menimbulkan tekanan ekonomi secara internasional, terutama terkait kemungkinan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).
Johni menyoroti bahwa kenaikan harga BBM di sejumlah negara sudah mencapai angka signifikan. Ia menyebut di Australia, kenaikan harga BBM dilaporkan melonjak hingga 400%. Meski pemerintah pusat dinilai masih mampu mengendalikan harga di dalam negeri, ia mengingatkan bahwa risiko kesulitan tetap ada apabila perang berlangsung berkepanjangan.
Untuk mengantisipasi dampak lanjutan, Johni menekankan pentingnya ketahanan pangan rumah tangga. Ia meminta warga tidak membiarkan lahan kosong terbengkalai dan mendorong pemanfaatan lahan untuk menanam sayur-mayur serta buah-buahan.
“Kita patut bersyukur Indonesia kini mandiri dalam hal beras dan jagung. Baru-baru ini di Sulamu, Kabupaten Kupang, kita berhasil memanen 5.000 ton jagung dari lahan 1.000 hektar,” kata Johni saat memberikan sambutan pada acara Halal Bihalal lingkup Pemerintah Provinsi NTT di Rumah Jabatan Gubernur NTT, Selasa (31/3/2026).
Ia juga menilai sinergi TNI dan Polri dalam mencetak sawah serta menanam jagung mulai menunjukkan hasil, sehingga ketergantungan pada impor dapat ditekan.
Selain ketahanan pangan, Johni mengingatkan masyarakat agar bijak menggunakan BBM dan energi. Ia bahkan menyebut kesiapan untuk kembali menggunakan kayu bakar sebagai langkah antisipatif jika situasi memburuk. Warga juga diminta menahan belanja konsumtif yang tidak mendesak dan memprioritaskan kebutuhan pokok.
“Hal-hal yang tidak penting tidak perlu dibeli di situasi seperti sekarang. Belanja harus diprioritaskan pada kebutuhan pokok,” ujarnya, dengan nada humoris untuk menekankan pentingnya kesederhanaan di dalam rumah tangga.
Dari sisi pemerintahan, Johni menyatakan Pemerintah Provinsi NTT akan menyesuaikan prioritas anggaran. Program yang berkaitan langsung dengan kesejahteraan, pembangunan masyarakat, dan pelayanan publik akan menjadi fokus, sementara proyek pembangunan fisik yang bersifat non-darurat akan ditunda sementara.
Menutup imbauannya, Johni mengajak masyarakat terus mendoakan agar jalur diplomasi yang diupayakan sejumlah negara seperti Arab Saudi dan Mesir dapat membuahkan hasil. Ia juga menekankan pentingnya memperkuat toleransi dan kerja sama antarwarga di NTT untuk menjaga kondusivitas daerah di tengah situasi global yang tidak menentu.

