BERITA TERKINI
Vinachem dan Kementerian Luar Negeri Vietnam Perkuat Sinergi Diplomasi Ekonomi untuk Ekspansi Industri Kimia

Vinachem dan Kementerian Luar Negeri Vietnam Perkuat Sinergi Diplomasi Ekonomi untuk Ekspansi Industri Kimia

Vietnam Chemical Corporation (Vinachem) menegaskan pentingnya diplomasi ekonomi dalam strategi pengembangan industri kimia, seiring meningkatnya persaingan global serta tuntutan standar lingkungan dan teknologi. Komitmen itu mengemuka dalam pertemuan yang dipimpin bersama oleh Sekretaris Komite Partai sekaligus Ketua Dewan Anggota Vinachem Phung Quang Hiep dan Wakil Menteri Luar Negeri Nguyen Minh Hang.

Pertemuan tersebut dihadiri perwakilan pimpinan grup, departemen terkait dan unit anggota Vinachem, perwakilan unit di Kementerian Luar Negeri, serta 20 Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Vietnam untuk berbagai negara dan kawasan penting.

Dalam forum itu, Vinachem memaparkan gambaran umum strategi pengembangan periode 2026–2030. Perusahaan menargetkan penguatan posisi sebagai kelompok ekonomi yang kuat, berperan penting dalam rantai pasokan industri, meningkatkan ekspor, serta memperdalam partisipasi dalam rantai nilai global.

Phung Quang Hiep menyatakan bahwa diplomasi ekonomi kini tidak lagi sekadar fungsi pendukung, melainkan menjadi salah satu faktor penentu bagi efektivitas produksi, kegiatan bisnis, dan pengembangan investasi perusahaan. Ia menilai hal tersebut semakin relevan di tengah ketatnya kompetisi internasional serta naiknya standar lingkungan dan teknologi.

Vinachem juga menyampaikan pengalaman periode 2021–2025, ketika jalur diplomatik dan kerja sama internasional membantu perusahaan menjaga stabilitas pasokan bahan baku, memperluas pasar ekspor, dan meningkatkan posisi di tingkat internasional. Saat ini, produk Vinachem disebut telah hadir di lebih dari 70 negara dan wilayah, dengan pendapatan ekspor tahunan melebihi 700 juta dolar AS.

Sejalan dengan orientasi pembangunan baru, Vinachem menempatkan perluasan kerja sama internasional sebagai salah satu pilar penting. Fokusnya meliputi pengembangan pasar ekspor, pengamanan bahan baku strategis, akses terhadap teknologi modern, serta dorongan transformasi hijau.

Dalam pertemuan tersebut, Vinachem mengusulkan dukungan dari Kementerian Luar Negeri dan jaringan perwakilan Vietnam di luar negeri untuk memperkuat koneksi perdagangan dan perluasan pasar bagi sejumlah produk utama, seperti pupuk, karet dan ban, baterai, serta bahan kimia dasar. Perusahaan juga meminta bantuan dalam pencarian dan evaluasi mitra penyedia bahan baku penting.

Selain itu, Vinachem mengusulkan penguatan koneksi investasi dan transfer teknologi, terutama untuk bidang bahan kimia murni, bahan kimia elektronik, material baru, teknologi lingkungan, dan ekonomi sirkular—yang disebut sebagai bagian dari strategi pembangunan hijau perusahaan.

Vinachem turut menyoroti kebutuhan dukungan terkait kerangka hukum, penghapusan hambatan perdagangan, berbagi informasi pasar, serta mekanisme peringatan dini atas risiko kebijakan dan standar teknis. Perusahaan juga menyinggung perlunya antisipasi terhadap mekanisme karbon dan langkah-langkah pertahanan perdagangan yang semakin memengaruhi aktivitas ekspor.

Wakil Menteri Luar Negeri Nguyen Minh Hang menilai kemampuan Vinachem mempertahankan momentum pertumbuhan, memperluas pasar, dan meningkatkan daya saing di tengah gejolak ekonomi global sebagai cerminan kekuatan internal dan arah pengembangan yang tepat.

Para duta besar dan kepala kantor perwakilan Vietnam di luar negeri menyatakan kesiapan untuk mendampingi dunia usaha dalam pelaksanaan diplomasi ekonomi, khususnya dalam menghubungkan pasar, menyediakan informasi, serta membantu penanganan persoalan yang muncul selama kerja sama internasional.

Sejumlah pandangan dalam pertemuan itu juga menilai restrukturisasi rantai pasokan global membuka peluang bagi pelaku usaha Vietnam, termasuk Vinachem. Tren mitra internasional yang memprioritaskan negara dengan stabilitas politik, disertai meningkatnya kebutuhan ketahanan pangan dan rantai pasokan penting, dipandang menciptakan kondisi yang menguntungkan bagi pupuk, bahan kimia, dan bahan baku Vietnam untuk memperluas kehadiran di pasar internasional.

Kerja sama antara Vinachem dan Kementerian Luar Negeri disebut tidak berhenti pada pertukaran informasi, melainkan diarahkan menjadi langkah konkret pembentukan mekanisme koordinasi yang lebih erat dan berjangka panjang antara dunia usaha dan sistem diplomatik.

Dalam konteks integrasi Vietnam yang semakin mendalam dengan komunitas internasional, peran perusahaan milik negara dinilai tidak hanya dituntut efisien dalam produksi dan operasi bisnis, tetapi juga menjadi pelopor dalam memperluas peluang pembangunan di luar negeri. Dengan dukungan Kementerian Luar Negeri, Vinachem menyatakan memiliki kondisi yang lebih menguntungkan untuk mengejar target pertumbuhan dua digit, meningkatkan daya saing, dan memperkuat posisi industri kimia Vietnam di peta ekonomi global.