Industri musik Indonesia dikabarkan berduka. Penyanyi Vidi Aldiano disebut meninggal dunia pada Sabtu, 7 Maret 2026, dalam usia 35 tahun, setelah bertahun-tahun berjuang melawan kanker ginjal.
Kabar tersebut pertama kali beredar melalui pesan singkat yang disampaikan Imarindo, Ikatan Manajer Artis Indonesia, pada Sabtu sore. Dalam pesan itu, Imarindo menyampaikan ungkapan duka dan permohonan doa untuk almarhum serta keluarga yang ditinggalkan.
Sejumlah musisi turut menyampaikan belasungkawa. Melly Goeslaw menuliskan doa dan ucapan perpisahan melalui media sosial. Andi Rianto juga mengunggah kabar duka serupa disertai pesan singkat untuk Vidi.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak manajemen Vidi Aldiano. Upaya konfirmasi kepada manajemen disebut belum mendapatkan respons.
Perjalanan kesehatan Vidi mulai menjadi perhatian publik sejak 2019, ketika ia didiagnosis mengidap kanker ginjal stadium tiga. Penyakit itu disebut terdeteksi secara tidak sengaja saat Vidi memeriksakan keluhan suaranya yang tiba-tiba hilang ke dokter THT pada Oktober 2019. Dalam pemeriksaan rutin, dokter menemukan tekanan darah Vidi sangat tinggi meski ia tidak memiliki riwayat hipertensi dalam keluarga.
Vidi kemudian menjalani pemeriksaan lanjutan di Singapura. Hasil USG menunjukkan adanya benjolan sekitar lima sentimeter di ginjal kiri yang kemudian dipastikan sebagai kanker ginjal stadium tiga. Setelah diagnosis tersebut, ia menjalani operasi pengangkatan tumor serta serangkaian pengobatan, dan sempat dinyatakan membaik.
Beberapa tahun kemudian, sekitar 2023, Vidi mengungkap sel kanker kembali terdeteksi dan disebut telah menyebar ke beberapa titik di tubuhnya. Sejak itu, ia rutin menjalani pemeriksaan untuk memantau perkembangan penyakitnya. Dalam sejumlah pembaruan kondisi yang ia bagikan, hasil pemindaian disebut menunjukkan kanker ginjalnya masih berkembang dan memerlukan pengawasan medis intensif.
Meski menjalani perawatan jangka panjang, Vidi tetap aktif berkarier dan tampil dalam berbagai kegiatan publik. Ia beberapa kali menyampaikan bahwa diagnosis kanker tidak membuat hidupnya berhenti, melainkan menjadi pengingat untuk lebih menjaga kesehatan dan mengatur energi dalam beraktivitas.

