Sebuah sistem bea cukai baru yang didukung kecerdasan buatan (AI) memungkinkan pemrosesan deklarasi secara sepenuhnya otomatis, memangkas waktu yang sebelumnya memerlukan 2–3 jam menjadi hanya beberapa detik.
Sepanjang 2024, lebih dari 80.000 deklarasi dengan nilai total sekitar USD 5 miliar disebut telah diselesaikan tanpa keterlibatan karyawan. Sistem ini dilengkapi modul cerdas untuk klasifikasi prediktif serta perhitungan biaya transportasi yang sudah dioperasikan dalam konteks industri.
Proyek percontohan tersebut juga disebut menjadi fondasi bagi integrasi AI lebih lanjut, termasuk pemanfaatan model bahasa besar (LLM) dan pemrosesan data berbasis cloud.
Komite Pabean Uzbekistan melaporkan sejumlah hasil dari penerapan sistem ini. Di antaranya, sistem mampu mengklasifikasikan 44.000 item komoditas dari deklarasi pabean yang tersedia berdasarkan 93 Kode Pabean, serta menentukan 12 klasifikasi tambahan utama.
Selain itu, dilakukan pendaftaran ulang terhadap 80 deklarasi pabean yang mencakup 975 item. Dari proses pendaftaran ulang tersebut, otoritas pabean menyatakan memperoleh tambahan penerimaan sebesar USD 246.000.
Di luar aspek operasional, kolaborasi antara Komite Pabean Uzbekistan dan IBM disebut menjadi contoh inovasi sektor publik tingkat nasional yang mengandalkan AI dan teknologi yang dapat diskalakan. Keberhasilan proyek ini dinilai memperkuat komitmen Uzbekistan terhadap transformasi digital dan membuka jalan bagi adopsi AI yang lebih luas di layanan publik.