Komisi Perdagangan Internasional Amerika Serikat (USITC) mengumumkan akan menyelidiki dampak ekonomi jika status perdagangan normal permanen (Permanent Normal Trade Relations/PNTR) China dicabut dalam enam tahun ke depan. Langkah ini berpotensi memicu kenaikan tarif atas barang impor asal China.
Menurut laporan Reuters, USITC menyatakan investigasi tersebut merupakan mandat dari undang-undang anggaran Kongres. Hasil laporan dijadwalkan dipublikasikan paling lambat pada 21 Agustus mendatang.
Presiden AS Donald Trump sebelumnya, pada awal masa jabatannya Januari 2025, meminta pejabat perdagangan dan komersial untuk mengkaji proposal legislasi terkait pencabutan status PNTR China. Status PNTR diberikan kepada China pada tahun 2000 dan menjadi salah satu faktor yang membuka jalan bagi negara tersebut bergabung dengan World Trade Organization (WTO). Keanggotaan itu kemudian menjadi titik balik yang mendorong China berkembang menjadi salah satu kekuatan manufaktur terbesar di dunia.
Sejak kembali menjabat, Trump telah mengenakan tarif baru atas impor China yang sempat mencapai 145% tahun lalu. Namun, tarif itu kemudian ditekan menjadi sekitar 20% melalui serangkaian negosiasi dagang, sebelum Mahkamah Agung AS (Supreme Court) pekan lalu memutuskan bahwa tarif darurat yang diberlakukan Trump melanggar hukum.
Di luar tarif darurat tersebut, bea masuk terhadap produk China juga mencakup tarif “Most Favored Nation” (MFN) sekitar 2,5% yang berlaku sebelum perang dagang pada era pertama Trump. Pada periode itu, Trump juga sempat memberlakukan tarif tambahan sekitar 25% pada sebagian besar impor China.
Jika status PNTR dicabut, tarif dasar MFN berpotensi meningkat. Konsekuensinya, tarif baru bisa ditambahkan di atas bea masuk tambahan yang mungkin diberlakukan pemerintah AS melalui kewenangan dagang lainnya sebagai pengganti tarif darurat yang dibatalkan pengadilan.
USITC menyatakan laporan tersebut akan menyoroti dampak terhadap perdagangan, produksi, dan harga di sektor-sektor industri AS yang paling terdampak oleh kenaikan tarif ke level non-MFN yang lebih tinggi. Komisi juga akan mengkaji skenario alternatif apabila Kongres mencabut PNTR secara bertahap dalam lima tahun, khususnya untuk sejumlah produk yang dianggap strategis bagi keamanan nasional.

