BERITA TERKINI
USD/JPY Bergerak Terbatas di Bawah 159,00, Pasar Menimbang Risiko Hormuz dan Harapan Diplomasi Iran

USD/JPY Bergerak Terbatas di Bawah 159,00, Pasar Menimbang Risiko Hormuz dan Harapan Diplomasi Iran

Pasangan mata uang USD/JPY bergerak terbatas dan kesulitan menarik minat beli yang kuat pada perdagangan sesi Asia, Rabu. Pergerakan harga cenderung mengonsolidasikan penurunan hari sebelumnya, dengan osilasi dalam kisaran sempit di bawah level 159,00.

Meski demikian, USD/JPY masih berada dalam rentang perdagangan yang lebih lebar yang telah bertahan sekitar sebulan terakhir. Kondisi ini membuat pelaku pasar cenderung berhati-hati karena sinyal yang muncul dinilai beragam.

Dari sisi Yen Jepang, mata uang ini disebut kesulitan mendapatkan dukungan signifikan di tengah kekhawatiran ekonomi yang dipicu ketidakstabilan di Selat Hormuz. Disebutkan bahwa blokade Angkatan Laut AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran mulai berlaku pada Senin, yang dinilai berpotensi semakin membatasi aliran minyak melalui jalur air tersebut. Mengingat Jepang sangat bergantung pada impor minyak dari Timur Tengah, situasi ini memunculkan kekhawatiran tekanan ekonomi dalam waktu dekat, yang pada gilirannya melemahkan JPY dan menjadi faktor pendukung bagi USD/JPY.

Sementara itu, harapan berlanjutnya perundingan damai AS-Iran turut menjaga sentimen risk-on, yang tercermin dari optimisme di pasar ekuitas global. Di sisi lain, Dolar AS tertekan setelah data Indeks Harga Produsen (IHP) AS yang lebih lemah pada Selasa mendorong pelaku pasar mengurangi spekulasi kenaikan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kondisi tersebut membuat USD bertahan dekat level terendah sejak awal Maret yang tercapai pada hari sebelumnya.

Selain itu, kekhawatiran akan potensi intervensi di pasar valuta asing dinilai masih dapat memberikan dukungan pada JPY, sehingga turut membatasi ruang kenaikan USD/JPY.

Dengan tidak adanya rilis data ekonomi penting dari Jepang maupun AS pada Rabu, pergerakan USD/JPY dinilai akan lebih banyak dipengaruhi dinamika harga USD serta perkembangan geopolitik yang berpotensi meningkatkan volatilitas pasar. Dalam situasi ini, pelaku pasar cenderung menunggu penembusan yang berkelanjutan dari kisaran perdagangan jangka pendek sebelum mengambil kesimpulan arah pergerakan dalam waktu dekat.