Universitas Padjadjaran (Unpad) menegaskan posisinya sebagai perguruan tinggi bereputasi global melalui partisipasi aktif dalam QS Higher Ed Summit: Asia Pacific 2025. Forum internasional ini digelar di Korea University, Seoul, pada 4–6 November 2025.
Dengan tema “Advancing Generational Potential: Skills and Partnerships in the Asia Pacific”, pertemuan tersebut diikuti lebih dari 2.000 peserta dari berbagai perguruan tinggi dan lembaga di kawasan Asia Pasifik. Ajang ini menjadi ruang strategis untuk memperkuat kolaborasi serta membahas arah transformasi pendidikan tinggi ke depan.
Kehadiran Unpad dalam forum tersebut sejalan dengan upaya penguatan rekognisi internasional, termasuk capaian masuk Top 100 Asia pada QS Asia University Rankings 2026. Dalam kegiatan ini, Unpad tidak hanya hadir sebagai peserta, tetapi juga sebagai mitra yang terlibat dalam dialog strategis mengenai peran universitas dalam merespons tantangan global.
Direktur Pemasaran Unpad, Dr. Nindi Aristi, M.Comn., menyampaikan bahwa misi utama Unpad tidak semata berfokus pada capaian angka dan peringkat, melainkan pada kontribusi nyata bagi masyarakat global. Menurutnya, universitas perlu menghadirkan dampak yang luas melalui ilmu pengetahuan, teknologi, dan kebudayaan.
“Di luar angka dan peringkat, misi sejati kami adalah menjadi universitas yang berdampak secara global dan inklusif. Kami berkomitmen untuk menghasilkan pengetahuan yang bermanfaat bagi kemanusiaan serta memastikan manfaat ilmu pengetahuan, teknologi, dan kebudayaan dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat,” ujar Dr. Nindi.
Ia juga menekankan pentingnya kemitraan internasional sebagai elemen kunci untuk mewujudkan visi tersebut. Kolaborasi lintas negara dinilai dapat memperkuat peran Unpad dalam menjawab tantangan global sekaligus meningkatkan relevansi riset yang berdampak bagi kehidupan.
“Melalui kemitraan seperti ini, kita dapat bersama-sama menciptakan solusi atas berbagai tantangan dunia, mulai dari kesehatan dan keberlanjutan hingga transformasi digital dan keadilan sosial. Kemitraan ini bukan hanya tentang pertukaran akademik, tetapi juga tentang pertumbuhan bersama, saling menghargai, dan tanggung jawab bersama,” kata Dr. Nindi.
Sebagai tindak lanjut, Unpad menyatakan kesiapannya menjadi co-host QS Higher Ed Summit: Asia Pacific 2026, dengan Universitas BINUS sebagai host. Konferensi itu dijadwalkan berlangsung pada 3–5 November 2026 di Bali dan diproyeksikan menjadi momentum untuk memperkuat posisi Indonesia dalam jejaring pendidikan tinggi Asia Pasifik.
Partisipasi Unpad dalam QS Higher Ed Summit: Asia Pacific 2025, serta rencana perannya sebagai penyelenggara bersama pada 2026, disebut mencerminkan komitmen universitas untuk terlibat dalam pembentukan masa depan pendidikan tinggi yang inklusif, kolaboratif, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat luas.

