Universitas Diponegoro (Undip) Semarang bekerja sama dengan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) melalui Direktorat Diplomasi Publik menyelenggarakan kuliah bertema diplomasi publik bertajuk “Diplomasi Maritim Indonesia: Arus Utama Soft Power dalam Isu Kedaulatan dan Hukum Laut”.
Kegiatan ini digelar di Gedung ICT lantai 5 Kampus Undip Tembalang, Semarang, pada Selasa (7/4). Acara dihadiri pimpinan universitas dan fakultas di Undip, pimpinan Direktorat Diplomasi Publik Kemenlu RI, serta mahasiswa.
Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Undip Prof. Dr.rer.nat. Ir. Heru Susanto mengapresiasi terselenggaranya kuliah tersebut. Ia berharap kegiatan itu dapat menambah wawasan peserta mengenai diplomasi maritim.
Heru juga mengingatkan bahwa Indonesia sebagai negara kepulauan memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga dan mengelola wilayah maritimnya. Menurut dia, diplomasi dengan negara lain diperlukan agar Indonesia berdaulat memanfaatkan kekayaan alam untuk kesejahteraan masyarakat.
Direktur Diplomasi Publik Kemenlu Ani Nigeriawati menyampaikan bahwa Kemenlu telah menjalin kerja sama dengan Undip, termasuk dalam penyelenggaraan kuliah “public diplomacy”. Ia menyebut program “Public Diplomacy Goes to Campus” sebagai bentuk kemitraan Kemenlu dengan Undip sehingga kegiatan dapat terlaksana.
Ani menekankan pentingnya kajian diplomasi publik, khususnya diplomasi maritim. Ia menilai Semarang menjadi lokasi yang tepat untuk membahas isu tersebut karena merupakan kota pelabuhan yang menjadi pintu interaksi dan diplomasi dengan dunia.
Setelah sesi diskusi, acara dilanjutkan dengan pemutaran film berjudul “12 Mile: Guiding The Archipelago”. Film tersebut mengangkat keteladanan Mochtar Kusumaatmadja, diplomat sekaligus Menteri Luar Negeri, yang memperjuangkan wilayah laut Indonesia dari 3 mil menjadi 12 mil agar Indonesia berdaulat dalam memanfaatkan kekayaan alam laut.
Produser film “12 Mile”, Dr. M. Agus Imanuddin, menjelaskan bahwa film itu dibuat untuk mengenalkan sosok Mochtar Kusumaatmadja kepada publik. Ia menilai masih banyak orang yang belum mengenal tokoh tersebut, padahal jasanya besar bagi Indonesia, terutama terkait kedaulatan maritim.