BERITA TERKINI
UMY Kirim Dosen Kuliah Tamu ke Institut Studi Arab dan Islam di Vatikan

UMY Kirim Dosen Kuliah Tamu ke Institut Studi Arab dan Islam di Vatikan

Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) akan mengirimkan sejumlah dosen pakar untuk memberikan kuliah tamu di Pontifical Institute for Arabic and Islamic Studies (PISAI), sebuah lembaga studi teologi dan kebahasaan yang berbasis di Vatikan. Langkah ini disebut sebagai bagian dari upaya penguatan dialog peradaban dan kontribusi akademik UMY di tingkat internasional.

PISAI merupakan institusi pendidikan tinggi yang memfokuskan kurikulumnya pada studi bahasa Arab serta pemahaman mendalam mengenai Islam bagi akademisi dan rohaniwan dari berbagai negara.

Kesepakatan kerja sama tersebut dicapai dalam pertemuan delegasi UMY dengan Presiden PISAI, Rev. Don Wasim Salman, di Roma, Italia, pada 6 Mei 2026. Rektor UMY Prof. Dr. Achmad Nurmandi, M.Sc. menyampaikan informasi itu dalam konferensi pers di kampus UMY pada Senin (11/5). Ia mengatakan, inisiatif pengiriman dosen datang atas permintaan langsung dari Presiden PISAI, bukan usulan dari pihak UMY.

Menurut Nurmandi, Rev. Don Wasim Salman menyampaikan ketertarikan PISAI dan komunitas akademik Vatikan terhadap perkembangan pemikiran Islam di Indonesia, khususnya yang dibawa Muhammadiyah. “Presiden PISAI menyatakan mereka sangat tertarik dengan pemikir-pemikir dari Asia, terutama dari Indonesia dan Muhammadiyah. Bagaimana Muhammadiyah itu membawa pemikiran Wasatiyah, berkemajuan, dan itu sangat dibutuhkan di dunia ini sekarang,” ujar Nurmandi.

UMY menilai kehadiran dosen Muhammadiyah di PISAI dapat menjadikan kampus tersebut sebagai salah satu rujukan bagi kalangan akademik di Vatikan dalam memahami Islam, termasuk karakter Islam Indonesia yang dipandang moderat dan berkemajuan.

Sekretaris Universitas UMY, Dr. Bachtiar Dwi Kurniawan, S.Fil.I., MPA, yang turut dalam delegasi, menyatakan kerja sama akademik dengan PISAI tidak hanya mencakup pengiriman dosen, tetapi juga penguatan kerja akademik yang lebih luas bagi dosen dan mahasiswa UMY. Ia menyebut kerja sama ini sebagai peluang strategis untuk memperluas spektrum akademik internasional sekaligus berkontribusi pada pembangunan kesepahaman lintas iman di tingkat global.

“Kerja sama ini akan memperkuat kerja akademik bagi dosen dan mahasiswa dalam rangka membangun kesepahaman dan memajukan ilmu pengetahuan,” kata Bachtiar.

Bachtiar juga menyampaikan bahwa Vatikan memandang Islam Indonesia, khususnya yang diwakili Muhammadiyah, sebagai model Islam yang relevan di tengah maraknya ekstremisme dan konflik berbasis agama di berbagai wilayah. Ia menambahkan, karakter Islam Indonesia yang inklusif, toleran, dan berorientasi pada kemajuan umat dinilai sebagai kekuatan yang dapat disebarluaskan melalui jalur akademik.

Selain agenda dengan PISAI, Bachtiar menyebut delegasi UMY juga melakukan penjajakan awal dengan Australian Catholic University (ACU) yang memiliki kampus di Roma.