KUNINGAN—Tugu Angklung kini berdiri di simpang tiga Cipari-Cisantana, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan. Monumen tersebut diresmikan langsung oleh Bupati Kuningan H Dian Rachmat Yanuar, menjelang Lebaran Idulfitri 1447 Hijriah/2026 M.
Peresmian tugu itu dihadiri Wakil Bupati Hj Tuti Andriani, jajaran pejabat daerah, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), tokoh masyarakat, kalangan akademisi, seniman, organisasi kemasyarakatan, serta undangan lainnya. Kehadiran tugu ini disebut sebagai penegasan identitas Kuningan sebagai “Kabupaten Angklung”.
Kepala Bidang Ekonomi Kreatif dan Industri Pariwisata Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Kuningan, Dading Fajarudin, menyampaikan bahwa ia terlibat mendampingi proses pembuatan tugu sejak tahap perencanaan hingga peresmian. Menurutnya, pembangunan tugu tersebut diselesaikan dalam waktu sekitar 15–17 hari.
Dading menyebut gagasan pembuatan Tugu Angklung berasal dari Bupati Kuningan H Dian Rachmat Yanuar, yang ingin mewujudkan Kuningan sebagai Kabupaten Angklung. Ia menilai tugu itu bukan sekadar monumen, melainkan simbol budaya dan bentuk penghormatan terhadap warisan leluhur yang hidup dalam masyarakat Sunda. Dading juga menyatakan pembangunan tugu dilakukan tanpa menggunakan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD).
Keberadaan tugu di ruang publik ini diharapkan dapat mengingatkan generasi muda bahwa seni tradisi tidak hanya menjadi peninggalan masa lalu, tetapi juga dapat menjadi kekuatan masa depan. Pemerintah daerah dan pegiat seni berharap ikon tersebut menjadi daya tarik wisata budaya sekaligus ruang edukasi, dengan angklung dipandang sebagai bagian dari jati diri masyarakat.
Dading turut menyampaikan harapan agar Tugu Angklung dijaga dan dilestarikan, serta menjadi penguat pesan bahwa angklung lahir dari “rahim Kuningan”. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang terlibat dalam proses pengerjaan, seraya berharap angklung tidak berhenti sebagai simbol, melainkan dapat dimainkan hingga ke pelosok desa dan menjadi bahasa universal.

