BERITA TERKINI
Trump Tetap Terapkan Tarif Global 10% Usai Putusan MA AS, Pakar China Peringatkan Babak Baru Perang Dagang

Trump Tetap Terapkan Tarif Global 10% Usai Putusan MA AS, Pakar China Peringatkan Babak Baru Perang Dagang

Ketegangan antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Mahkamah Agung (MA) AS memunculkan kekhawatiran baru terhadap stabilitas ekonomi global. Setelah MA membatalkan kebijakan tarif impor Trump karena dinilai inkonstitusional, Trump justru merespons dengan meneken kebijakan “tarif global” baru sebesar 10%.

Sejumlah pakar ekonomi China memperingatkan langkah tersebut dapat membuka babak baru perang dagang yang lebih kompleks dan memperpanjang ketidakpastian di pasar internasional. Peringatan itu dilaporkan Global Times, media yang berafiliasi dengan Partai Komunis China, pada Sabtu (21/2/2026).

Dalam putusannya, MA AS menyatakan tarif yang diberlakukan Trump ilegal karena dinilai melampaui kewenangannya saat menggunakan Undang-Undang Kekuasaan Ekonomi Darurat Internasional (International Emergency Economic Powers Act/IEEPA). Pemerintah China sempat menyambut putusan tersebut sebagai “sinyal yang menggembirakan bagi dunia”.

Namun, optimisme itu dinilai tidak bertahan lama. Laporan tersebut menyebut Trump diperkirakan akan terus mencari celah hukum untuk mempertahankan kebijakan proteksionisnya. “Persoalan tarif ini akan tetap kompleks. Kecil kemungkinan terselesaikan dalam jangka pendek karena pemerintah AS berupaya melanjutkan langkah tarif dengan cara apa pun yang bisa mereka temukan,” tulis laporan itu.

Dampak kebijakan terbaru Washington juga memicu respons cepat dari Korea Selatan. Kantor Kepresidenan Korea Selatan dilaporkan menggelar rapat darurat untuk membahas perkembangan tersebut, mengingat tarif tambahan 10% dipandang sebagai ancaman langsung bagi kinerja ekspor negara itu.

“Ketidakpastian dalam lingkungan perdagangan telah meningkat tajam,” kata juru bicara kantor kepresidenan Korea Selatan. Pemerintah di Seoul disebut tengah melakukan lobi dan konsultasi dengan Washington untuk memastikan kesepakatan dagang AS–Korea Selatan yang sudah ada tidak terdampak oleh kebijakan tarif sepihak.

Di luar China dan Korea Selatan, negara-negara mitra dagang AS lainnya juga disebut berada dalam posisi waspada sambil menghitung potensi kerugian yang mungkin timbul. Laporan tersebut memperkirakan langkah Trump berisiko memicu aksi balasan dari berbagai negara, yang pada gilirannya dapat memperburuk kondisi tatanan perdagangan global yang dinilai sudah rapuh.