Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan upaya diplomasi dengan Iran kini menjadi “jauh lebih mudah” setelah serangan militer terhadap negara tersebut. Pernyataan itu muncul di tengah negosiasi yang sedang berlangsung terkait program nuklir Iran, meski sejumlah analis menilai langkah Trump justru dapat merusak kredibilitas Washington dalam diplomasi.
“Jelas lebih mudah sekarang daripada sehari sebelumnya, karena mereka sedang dipukul berat,” kata Trump kepada CBS News, dikutip Minggu (1/3/2026).
Trump juga menilai respons Iran sejauh ini relatif ringan. Ia merujuk pada serangan Iran terhadap basis-basis Amerika Serikat di wilayahnya, yang menurutnya berada di bawah perkiraan.
“(Serangan) lebih kecil dari yang kami perkirakan,” ucap Trump. “Kami mengira reaksinya akan dua kali lipat,” tambahnya.
Sementara itu, media pemerintah Iran melalui televisi resmi mengumumkan pada Minggu bahwa Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, telah meninggal dunia. Hingga kini, rincian lebih lanjut mengenai kronologi kematiannya belum diungkap.
Iran juga menetapkan masa berkabung publik selama 40 hari. Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran menyatakan Khamenei meninggal di kantornya pada Sabtu pagi, yang disebut menandai awal dari “kebangkitan besar melawan tirani dunia.”
Sebelumnya, Trump menulis di platform media sosial Truth Social bahwa Khamenei telah meninggal. “Khamenei, salah satu orang paling jahat dalam sejarah, telah mati,” tulis Trump dalam unggahannya, yang kemudian menjadi sorotan global.

