BERITA TERKINI
Trump Klaim Jalur Perantara AS–Iran Mulai Efektif di Tengah Eskalasi Serangan

Trump Klaim Jalur Perantara AS–Iran Mulai Efektif di Tengah Eskalasi Serangan

Di tengah meningkatnya konflik militer di Timur Tengah, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan komunikasi diplomatik dengan Iran mulai terbuka melalui jalur perantara yang dinilainya efektif.

Trump mengatakan pihak Iran menunjukkan keinginan kuat untuk mencapai kesepakatan meski situasi masih memanas. Ia menegaskan pembicaraan dilakukan dengan “orang yang tepat”, namun tidak merinci identitas perantara maupun mekanisme komunikasi yang digunakan.

“Mereka sangat ingin mencapai kesepakatan, lebih dari yang dibayangkan,” ujar Trump, seperti dilaporkan Antara yang mengutip Anadolu.

Menurut Trump, komunikasi tersebut juga melibatkan sejumlah pejabat kunci, termasuk Wakil Presiden JD Vance dan Menteri Luar Negeri Marco Rubio, serta beberapa utusan khusus.

Di sisi lain, Trump mengklaim Iran telah memberikan sinyal positif terkait isu nuklir dengan menyatakan tidak akan mengembangkan senjata nuklir. Klaim ini disebut sejalan dengan sikap lama Teheran, meski belum ada konfirmasi resmi terkait pernyataan terbaru tersebut.

Sementara itu, situasi geopolitik kawasan disebut masih belum stabil. Serangan udara oleh Israel dan AS terhadap Iran sejak akhir Februari memicu gelombang balasan berupa serangan rudal dan drone ke sejumlah wilayah di Timur Tengah. Dampaknya dilaporkan meluas hingga mengganggu stabilitas kawasan dan aktivitas global.

Ketegangan juga merembet ke Lebanon, dengan serangan di sekitar Beirut serta operasi militer lanjutan di wilayah selatan negara tersebut.

Meski retorika militer tetap tinggi, munculnya jalur komunikasi ini memberi indikasi bahwa kedua pihak masih membuka ruang negosiasi. Namun, belum jelas apakah upaya tersebut akan berkembang menjadi perundingan formal atau sekadar langkah awal untuk meredakan konflik.