BERITA TERKINI
Trump Kembali Tolak Tawaran Damai Iran, Teheran Ajukan Proposal Revisi lewat Mediator Pakistan

Trump Kembali Tolak Tawaran Damai Iran, Teheran Ajukan Proposal Revisi lewat Mediator Pakistan

Harapan meredanya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali diuji setelah Presiden AS Donald Trump menolak tawaran perdamaian yang sebelumnya diajukan Teheran. Penolakan itu mendorong Iran mengirimkan “proposal baru” berisi tawaran damai kepada tim penengah di Pakistan pada Jumat (1/5).

Proposal revisi tersebut disebut sebagai upaya terakhir Iran untuk melihat kemungkinan adanya titik temu yang dapat diterima kedua pihak sebelum situasi berkembang menjadi konflik terbuka. Tim penengah di Islamabad menilai kesepakatan sempat berada di ambang tercapai, namun pernyataan keras dari masing-masing pihak memperlihatkan ketegangan belum mereda.

Melalui akun Truth Social, Trump mengunggah pesan bertajuk “No More Mr. Nice Guy” dan menegaskan tidak akan menandatangani perjanjian damai selama Iran tetap mempertahankan program senjata nuklirnya.

Dari pihak Iran, Pemimpin Tertinggi Mojtaba Khamenei menyampaikan sikap yang juga tegas. Dalam pesan tertulis, ia menyatakan Iran tidak akan membiarkan pihak asing mengatur pertahanan negara itu, serta menegaskan akan tetap melindungi teknologi nuklir dan rudal nasionalnya.

Dalam proses negosiasi yang berlangsung, proposal yang bolak-balik dibahas antara Washington dan Teheran memuat sejumlah poin utama. Di antaranya penghentian perang, pembahasan mengenai isu nuklir—di mana AS meminta Iran membuang senjata nuklirnya sementara Iran menyatakan programnya untuk tujuan damai—serta soal blokade ekonomi. Iran menginginkan AS membuka blokade laut agar dapat kembali menjual minyak dan memperbaiki kondisi ekonomi.

Sementara pembicaraan berlangsung, kedua pihak disebut berada dalam posisi “siap tempur” apabila negosiasi yang dimediasi Pakistan gagal menghasilkan kesepakatan. Dalam laporan yang sama, strategi Iran juga disebut diduga mencoba mengulur waktu melalui berbagai proposal kecil untuk melihat apakah Trump akan melunak seiring tekanan domestik, termasuk kenaikan harga bensin di Amerika Serikat.