BERITA TERKINI
Imigrasi untuk Rakyat: Menjaga Keamanan Sambil Mendorong Investasi dan Diplomasi Ekonomi

Imigrasi untuk Rakyat: Menjaga Keamanan Sambil Mendorong Investasi dan Diplomasi Ekonomi

Visi “Imigrasi untuk Rakyat” diposisikan bukan semata sebagai transformasi layanan publik agar lebih mudah dan modern. Konsep ini juga menempatkan fungsi keimigrasian sebagai instrumen strategis negara untuk menjaga kedaulatan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Dalam kerangka tersebut, keimigrasian dipandang memiliki dua peran yang harus berjalan seimbang: ketegasan dan keramahan. Ketegasan diperlukan untuk memastikan setiap orang asing yang masuk ke Indonesia benar-benar memberi manfaat serta tidak mengancam keamanan nasional. Sementara keramahan dibutuhkan agar Indonesia tetap kompetitif sebagai tujuan investasi di tengah persaingan global.

Peran imigrasi sebagai fasilitator investasi dinilai semakin relevan seiring target pemerintah mendorong peningkatan investasi. Kementerian Investasi/BKPM mencatat realisasi investasi tahun 2025 mencapai Rp1.931,2 triliun atau melampaui target nasional sebesar 101,3 persen. Dari capaian itu, kontribusi sektor hilirisasi tercatat Rp584,1 triliun dan tumbuh 43,3 persen secara tahunan.

Namun, tantangan tidak berhenti pada menarik investasi. Indonesia juga dituntut membangun ekosistem yang memberikan kepastian hukum, kemudahan mobilitas, dan rasa aman bagi investor global. Pada titik inilah fungsi keimigrasian disebut berperan strategis dalam mendukung investasi berkelanjutan.

Direktorat Jenderal Imigrasi dalam beberapa tahun terakhir melakukan transformasi kebijakan untuk mendukung iklim investasi, salah satunya melalui program Golden Visa. Program ini memberikan izin tinggal jangka panjang bagi investor, talenta global, dan diaspora potensial yang dinilai dapat berkontribusi pada ekonomi Indonesia.

Berdasarkan data Direktorat Jenderal Imigrasi, hingga September 2025 Indonesia telah menerbitkan 1.012 Golden Visa dengan nilai investasi lebih dari Rp48 triliun. Kebijakan tersebut juga menghasilkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp12,96 miliar. Sebagian besar investasi disebut berasal dari perusahaan asing yang membuka anak usaha di Indonesia.

Capaian itu menunjukkan kebijakan keimigrasian tidak hanya dipandang sebagai instrumen administratif, tetapi juga berkembang menjadi instrumen diplomasi ekonomi dan fasilitator pembangunan nasional. Dalam konteks ini, imigrasi tidak sekadar mengawasi lalu lintas orang asing, melainkan menjadi bagian dari strategi menarik modal, teknologi, dan sumber daya manusia global.

Meski demikian, fungsi fasilitasi investasi tetap harus berjalan beriringan dengan pengawasan dan keamanan negara. Keramahan terhadap investor tidak dimaknai sebagai pelonggaran pengawasan, terutama di tengah meningkatnya mobilitas global dan ancaman yang semakin kompleks, mulai dari penyalahgunaan izin tinggal, kejahatan transnasional, hingga praktik investasi fiktif.

Karena itu, “Imigrasi untuk Rakyat” ditekankan sebagai kebijakan yang humanis namun tetap selektif. Prinsip selective policy disebut tetap menjadi fondasi, yakni memberikan kemudahan hanya kepada orang asing yang bermanfaat dan tidak membahayakan keamanan serta ketertiban nasional.

Pendekatan ini menggambarkan perubahan peran imigrasi yang tidak lagi semata berorientasi pada pengawasan. Imigrasi diproyeksikan sebagai institusi strategis yang menghubungkan kepentingan keamanan negara dengan agenda pembangunan ekonomi. Ketegasan dipandang penting untuk menjaga kedaulatan, sementara keramahan diperlukan untuk membangun kepercayaan dunia internasional terhadap Indonesia.

Di tengah target pemerintah mengejar pertumbuhan ekonomi hingga 8 persen dalam beberapa tahun ke depan, peran imigrasi dinilai kian penting. Visi “Imigrasi untuk Rakyat” pun dipahami sebagai transformasi kelembagaan yang adaptif terhadap tantangan global, dengan tujuan menjadikan imigrasi bukan hanya penjaga pintu negara, tetapi juga representasi negara yang tegas menjaga kedaulatan dan ramah membuka peluang ekonomi bagi kesejahteraan masyarakat.