BERITA TERKINI
Trump Dijadwalkan Bertemu Xi di Beijing Usai MA AS Batalkan Sebagian Besar Tarif Impor

Trump Dijadwalkan Bertemu Xi di Beijing Usai MA AS Batalkan Sebagian Besar Tarif Impor

Presiden Amerika Serikat Donald Trump dijadwalkan melakukan kunjungan resmi ke China pada 31 Maret hingga 2 April 2026. Agenda itu diperkirakan akan mempertemukan Trump dengan Presiden China Xi Jinping di Beijing, di tengah dinamika baru hubungan dagang kedua negara.

Menurut laporan Reuters, seorang pejabat Gedung Putih mengonfirmasi rencana perjalanan tersebut pada Jumat (20/2/2025) waktu setempat. Konfirmasi itu muncul hanya beberapa jam sebelum Mahkamah Agung AS membatalkan sebagian besar tarif impor yang diterapkan Trump, termasuk sejumlah tarif terhadap China.

Pertemuan Trump dan Xi diperkirakan akan berfokus pada upaya memperpanjang gencatan senjata perdagangan yang selama ini menahan kedua negara dari eskalasi tarif lebih lanjut. Namun, putusan Mahkamah Agung yang membatalkan tarif berbasis International Emergency Economic Powers Act (IEEPA) juga memunculkan ketidakpastian baru dalam hubungan bilateral yang sebelumnya disebut mulai stabil.

Tarif 20% atas ekspor China ke AS diberlakukan berdasarkan IEEPA, dengan alasan keadaan darurat nasional terkait distribusi fentanyl dan ketidakseimbangan perdagangan. Pengadilan menilai penggunaan undang-undang tersebut untuk kebijakan tarif melampaui kewenangan yang diatur.

Meski demikian, sejumlah bea masuk lain terhadap barang-barang China tetap berlaku, termasuk tarif yang diterapkan melalui Pasal 301 dan Pasal 232 dalam regulasi perdagangan AS.

Dalam konferensi pers terbaru, Trump menyatakan akan menggantikan kebijakan sebelumnya dengan tarif global baru sebesar 10% selama 150 hari. Namun, belum jelas apakah seluruh tarif sebelumnya akan dipulihkan atau diganti dengan skema baru.

Hubungan dagang Washington–Beijing sempat menunjukkan tanda-tanda pelonggaran setelah Trump memangkas tarif terhadap produk China sebagai imbalan atas langkah Beijing, termasuk penindakan terhadap perdagangan fentanyl ilegal dan penangguhan pembatasan ekspor mineral penting.

Trump juga menyinggung rencana kunjungan tersebut dalam pernyataannya di Washington pada Kamis (19/2/2026). “Itu akan menjadi kunjungan yang luar biasa,” kata Trump. “Kita harus menampilkan pertunjukan terbesar yang pernah ada dalam sejarah China.”

Kunjungan terakhir Trump ke China berlangsung pada 2017 dan menjadi kunjungan terakhir presiden AS ke Beijing dalam hampir satu dekade terakhir. Hingga kini, Kedutaan Besar China di Washington belum memberikan komentar resmi mengenai tanggal kunjungan tersebut, dan pemerintah Beijing juga belum mengonfirmasi agenda perjalanan itu.