Presiden Amerika Serikat Donald Trump dijadwalkan bertemu Presiden China Xi Jinping di Beijing untuk membahas sejumlah isu strategis, mulai dari sengketa perdagangan hingga kerja sama teknologi di tengah hubungan kedua negara yang masih tegang.
Dalam agenda pertemuan tersebut, salah satu topik yang menonjol adalah teknologi kecerdasan buatan (AI), khususnya terkait penjualan chip AI canggih. China disebut menginginkan akses ke teknologi yang lebih baik, sementara Amerika Serikat menerapkan pembatasan ekspor dengan alasan keamanan.
Selain isu teknologi, pembicaraan juga mencakup kemungkinan kesepakatan pembelian produk Amerika Serikat oleh China, termasuk hasil pertanian dan pesawat jet. Pembahasan ini dipandang sebagai bagian dari upaya kedua pihak untuk merundingkan komitmen yang dapat meredakan ketegangan perdagangan.
Dialog tingkat tinggi ini berlangsung di tengah dinamika geopolitik yang lebih luas, termasuk perang Iran dan dampaknya terhadap pasar energi global. Situasi tersebut menjadi latar yang turut memengaruhi perhitungan ekonomi dan keamanan kedua negara.
Meski persaingan antara Washington dan Beijing masih berlangsung, pertemuan Trump dan Xi diharapkan menjadi ruang untuk mencari titik temu, baik dalam meredakan friksi perdagangan maupun mendorong bentuk kerja sama teknologi yang memungkinkan.