BERITA TERKINI
Tren Soft Saving Menguat di Kalangan Gen Z di Tengah Tekanan Biaya Hidup

Tren Soft Saving Menguat di Kalangan Gen Z di Tengah Tekanan Biaya Hidup

JAKARTA — Tren pengelolaan keuangan di kalangan generasi muda terus berubah mengikuti dinamika ekonomi global, gaya hidup digital, serta meningkatnya perhatian pada kesehatan mental. Salah satu pendekatan yang belakangan ramai dibicarakan adalah soft saving, strategi menabung yang lebih fleksibel dengan menekankan keseimbangan antara kebutuhan saat ini dan rencana masa depan.

Konsep ini kian populer terutama di kalangan Generasi Z (Gen Z), yang sejak awal memasuki dunia kerja dihadapkan pada tekanan ekonomi, tingginya biaya hidup, dan ketidakpastian karier. Bagi sebagian anak muda, pendekatan tersebut dipandang sebagai cara baru memaknai uang, tabungan, dan kualitas hidup.

Secara umum, soft saving dipahami sebagai pola menabung yang memprioritaskan kualitas hidup pada masa kini tanpa sepenuhnya mengabaikan tujuan keuangan jangka panjang. Investopedia mendefinisikannya sebagai praktik yang menempatkan kebahagiaan dan kualitas hidup hari ini di atas upaya menabung agresif untuk masa depan.

Pendekatan ini muncul sebagai respons terhadap ketidakpastian ekonomi yang membuat sebagian anak muda merasa perencanaan finansial jangka panjang—termasuk menyiapkan dana pensiun—lebih sulit dibayangkan atau dicapai. Meski demikian, soft saving tetap menekankan perlunya keseimbangan, antara lain melalui pengeluaran yang disengaja, pengelolaan utang secara bijak, serta investasi dalam skala kecil namun dilakukan konsisten.

NerdWallet menggambarkan soft saving sebagai pilihan menggunakan uang untuk hal-hal yang dinikmati saat ini, sambil tetap menabung untuk masa depan dengan intensitas lebih rendah. Rebecca Palmer, perencana keuangan bersertifikat di Washington DC, menyebut konsep ini sebagai upaya menyeimbangkan kepentingan finansial masa depan dengan kebutuhan pengalaman hidup saat ini.

“Menabung secara bertahap berarti lebih memperhatikan pengalaman hidup Anda saat ini dan tidak terlalu rela mengorbankan banyak hal demi masa depan Anda,” kata Palmer.

Popularitas soft saving juga tidak lepas dari tantangan finansial yang dihadapi Gen Z. Generasi ini tumbuh di tengah krisis ekonomi global, pandemi Covid-19, inflasi tinggi, serta lonjakan biaya pendidikan dan perumahan. Dalam situasi tersebut, sebagian anak muda memilih memprioritaskan pengalaman hidup—seperti perjalanan, pengembangan diri, dan kesehatan mental—dibanding menumpuk tabungan jangka panjang.