BERITA TERKINI
Tinjauan Literatur: Program Makan Bergizi Gratis Dinilai Berkorelasi Positif dengan Prestasi Akademik Siswa

Tinjauan Literatur: Program Makan Bergizi Gratis Dinilai Berkorelasi Positif dengan Prestasi Akademik Siswa

Sebuah tinjauan literatur yang ditulis Rina Nengsih menyoroti peran gizi dalam mendukung kinerja akademik peserta didik, khususnya melalui program makan bergizi gratis yang diterapkan di berbagai sekolah. Kajian ini menempatkan pemenuhan gizi sebagai faktor penting bagi perkembangan fisik dan mental anak, termasuk kemampuan kognitif seperti konsentrasi dan daya ingat yang berkaitan dengan capaian belajar.

Dalam paparan latar belakangnya, kajian ini merujuk pada pandangan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang menyebut anak dengan asupan gizi seimbang memiliki peluang lebih besar untuk tumbuh baik dan mencapai potensi maksimal, baik secara fisik maupun akademik (WHO, 2020). Dengan konteks tersebut, program makan bergizi gratis dipandang sebagai salah satu langkah untuk memperluas akses makanan bergizi, terutama bagi anak dari keluarga kurang mampu.

Fokus utama kajian ini adalah menelaah dampak program makan bergizi gratis terhadap kinerja akademik peserta didik. Sejumlah studi yang dikaji menunjukkan adanya hubungan positif antara asupan gizi yang baik dan prestasi belajar. Salah satunya, penelitian Hidayati dan Rahmawati (2019) disebut menemukan bahwa anak-anak dengan asupan gizi yang baik cenderung memperoleh nilai akademik lebih tinggi dibandingkan mereka yang mengalami kekurangan gizi.

Metode yang digunakan dalam tulisan ini adalah tinjauan literatur, yakni mengumpulkan dan menganalisis temuan dari berbagai sumber yang relevan. Kajian mencakup penelitian-penelitian sebelumnya, termasuk yang dilakukan oleh Mansyur dan Sari (2020), Widiastuti dan Nurhadi (2021), serta Kusnadi dan Fitria (2019). Melalui pendekatan ini, penulis berupaya menyusun gambaran mengenai dampak program makan bergizi gratis, sekaligus mengidentifikasi ruang penelitian lanjutan di bidang tersebut.

Dalam bagian tinjauan pustaka, konsep gizi seimbang dijelaskan sebagai konsumsi makanan dengan kandungan nutrisi yang proporsional dan beragam. Anisa dan Jannah (2022) mendefinisikan gizi seimbang mencakup karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral, dan air yang dikonsumsi dalam jumlah tepat untuk mendukung tumbuh kembang anak. Kajian ini juga mengutip data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia yang menyebut sekitar 30% anak di Indonesia mengalami masalah gizi, baik kekurangan maupun kelebihan, yang berdampak pada kesehatan dan perkembangan (Kemenkes RI, 2021).

Sejumlah temuan yang dirangkum dalam kajian menekankan bahwa peserta didik yang mengonsumsi makanan bergizi cenderung memiliki konsentrasi lebih baik dan daya ingat lebih tinggi, sehingga kemampuan belajarnya meningkat. Hal ini disebut selaras dengan penelitian Mansyur dan Sari (2020) yang menemukan peserta didik yang menerima makanan bergizi secara teratur menunjukkan peningkatan signifikan dalam konsentrasi dan daya ingat.

Selain itu, Putri dan Sulaiman (2021) dikutip menyatakan peserta didik yang mendapatkan makanan bergizi di sekolah menunjukkan peningkatan signifikan dalam nilai ujian dan kehadiran di kelas. Kajian ini juga menyebut adanya data yang menunjukkan 70% peserta didik yang terlibat dalam program makanan bergizi mengalami peningkatan nilai rata-rata akademik dibandingkan tahun sebelumnya.

Secara keseluruhan, hasil tinjauan literatur menyimpulkan terdapat korelasi positif antara asupan gizi yang baik dan peningkatan prestasi akademik. Program makan bergizi gratis dinilai memiliki dampak positif terhadap kesehatan dan kinerja akademik peserta didik. Penulis menyarankan agar program tersebut terus didukung dan dikembangkan untuk menjaga keberlanjutan dampaknya terhadap pendidikan.