BERITA TERKINI
Tiga Skenario Akhir Blokade AS terhadap Kapal Berafiliasi Iran di Selat Hormuz

Tiga Skenario Akhir Blokade AS terhadap Kapal Berafiliasi Iran di Selat Hormuz

WASHINGTON DC — Presiden Amerika Serikat Donald Trump menghadapi ujian besar terkait kebijakan blokade terhadap kapal-kapal yang berafiliasi dengan Iran di Selat Hormuz. Langkah ini disebut sebagai bagian dari upaya Washington untuk memutus sumber pendapatan utama Teheran di tengah masa gencatan senjata.

Trump berharap blokade tersebut dapat menekan ekonomi Iran sehingga mendorong Teheran menerima syarat-syarat AS dalam kesepakatan damai. Di sisi lain, Gedung Putih berulang kali mengeklaim telah menghancurkan angkatan laut Iran.

Namun, Iran diyakini telah lama menyiapkan strategi konflik asimetris, termasuk melalui penggunaan kapal cepat yang dinilai mampu mengganggu blokade AS. Sementara itu, perundingan damai AS-Iran yang berlangsung di Islamabad pada pekan lalu berakhir tanpa kesepakatan.

Upaya menyiapkan perundingan putaran kedua kini disebut sedang dilakukan untuk mendamaikan kedua negara. Trump juga mengeluarkan peringatan baru mengenai kemungkinan aksi militer apabila jalur diplomasi kembali menemui jalan buntu.

Di tengah blokade yang masih berlangsung dan pembicaraan damai yang sedang digodok, muncul pertanyaan tentang bagaimana strategi tersebut akan berakhir serta dampaknya terhadap kelanjutan perang. Mengutip laporan Newsweek, terdapat tiga skenario yang disebut dapat menjadi akhir dari blokade AS.

1. Blokade terbatas

Skenario pertama adalah blokade yang mampu memberikan tekanan ekonomi, tetapi tidak sampai memicu kapitulasi politik. Pejabat AS menekankan bahwa pelayaran yang tidak berkaitan dengan Iran akan tetap diizinkan melintasi teluk.

Celah tersebut dinilai memberi ruang bagi Iran untuk bermanuver. Iran dikenal memiliki taktik penghindaran sanksi yang canggih, mulai dari transfer minyak antarkapal hingga penjualan melalui perantara.