BERITA TERKINI
Thunder Cranes Kembali Beroperasi di Dubai dan Buka Basis Baru di Angola

Thunder Cranes Kembali Beroperasi di Dubai dan Buka Basis Baru di Angola

Thunder Cranes mengumumkan peluncuran kembali operasinya di kawasan Timur Tengah dan Afrika. Perusahaan derek lepas pantai ini membuka kembali basis operasinya di Dubai, Uni Emirat Arab, setelah sebelumnya beroperasi di kota tersebut pada periode 2009 hingga 2019.

Selain itu, Thunder Cranes juga meluncurkan basis operasi baru di Luanda untuk melayani Angola dan wilayah Afrika Barat. Langkah ini ditujukan untuk memperluas dukungan perusahaan terhadap kebutuhan proyek-proyek lepas pantai di kawasan tersebut.

CEO Thunder Cranes, Dinesh Arumugam, menyatakan perusahaan berkomitmen membantu pelanggan di Timur Tengah dan Afrika melalui solusi pengangkatan yang hemat biaya dan efisien. Ia juga menyebut prospek pasar menuju 2023 dinilai positif di kawasan itu dan perusahaan berharap dapat menunjukkan nilai dari sisi kinerja serta efisiensi ketika diberi kesempatan mendukung proyek lepas pantai di pasar baru.

Sejak 1995, Thunder Cranes memasok derek modular portabel bermerek paten yang sesuai dengan standar API yang dikembangkan di Amerika Serikat. Saat ini perusahaan berkantor pusat di Malaysia dan beroperasi secara global dengan basis di Uni Emirat Arab, Thailand, Malaysia, Brunei, dan Angola.

Perusahaan menilai sejumlah platform lepas pantai yang lebih tua tidak memiliki kapasitas atau cakupan derek yang memadai untuk mendukung kebutuhan proyek saat ini. Kondisi tersebut mendorong kebutuhan derek sementara yang dapat dipasang sesuai kebutuhan. Dalam konteks ini, derek portabel-modular disebut menjadi peralatan penting untuk berbagai pekerjaan lepas pantai, termasuk intervensi sumur, P&A, konstruksi, penggantian derek, dan penonaktifan.

Thunder Cranes menyatakan fokus pada kepuasan pelanggan melalui kinerja yang andal dan aman. Strategi tersebut disebut telah membantu perusahaan secara konsisten memenangkan kontrak layanan jangka panjang dengan perusahaan minyak dan gas di Malaysia, Thailand, Brunei, dan Dubai, serta mengamankan proyek di China, Vietnam, Indonesia, dan Angola.

Pada 2022, Thunder Cranes memperoleh kontrak jangka panjang lain dengan perusahaan minyak besar di Thailand. Arumugam mengatakan Thailand telah menjadi pasar inti perusahaan, dan sejak kontrak pertama pada 2007, Thunder Cranes bekerja secara rutin dengan Chevron, PTTEP, dan Mubadala. Ia juga menyebut perusahaan baru-baru ini mendapatkan proyek di Angola untuk mendukung kegiatan penggantian derek serta akan menawar kontrak di sejumlah negara dalam enam bulan ke depan, termasuk UEA, Brunei, Qatar, Turkmenistan, India, Vietnam, dan Indonesia.