BERITA TERKINI
The Fed Pertahankan Suku Bunga, Pasar Keuangan Tertekan di Tengah Kekhawatiran Stagflasi

The Fed Pertahankan Suku Bunga, Pasar Keuangan Tertekan di Tengah Kekhawatiran Stagflasi

Pada dini hari 19 Maret, bank sentral Amerika Serikat (The Federal Reserve/The Fed) kembali tidak memenuhi ekspektasi sebagian investor setelah memutuskan mempertahankan suku bunga acuan tanpa perubahan. Sikap hati-hati Ketua The Fed Jerome Powell, bersama grafik proyeksi suku bunga (dot plot) edisi Maret, memunculkan sinyal yang dinilai mengkhawatirkan oleh pelaku pasar: peluang penurunan suku bunga bisa sangat terbatas, bahkan disebut hanya terjadi sekali sepanjang 2026.

Keputusan tersebut datang di tengah meningkatnya gejolak geopolitik di Timur Tengah. Kombinasi kebijakan suku bunga yang tetap ketat dan ketidakpastian geopolitik disebut mendorong ekonomi global ke bayang-bayang stagflasi, yakni kondisi ketika pertumbuhan melemah sementara tekanan harga tetap tinggi.

Dalam situasi yang digambarkan sebagai tekanan likuiditas ganda, pasar keuangan global mengalami aksi jual besar-besaran. Tekanan tidak hanya dirasakan pada aset berisiko, tetapi juga merembet ke komoditas logam mulia. Emas dan perak dilaporkan turut terdampak dalam gelombang pelemahan tersebut.