BERITA TERKINI
Takhta Suci Menolak Bergabung dalam Board of Peace Bentukan Trump

Takhta Suci Menolak Bergabung dalam Board of Peace Bentukan Trump

Takhta Suci menyatakan tidak akan bergabung dalam Board of Peace, dewan perdamaian yang diperkenalkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Sekretaris Negara Vatikan Kardinal Pietro Parolin mengatakan keputusan itu diambil karena karakter dan kedudukan Takhta Suci berbeda dari negara lain.

“Takhta Suci tidak akan berpartisipasi dalam Board of Peace karena sifatnya yang khas, yang jelas tidak sama dengan negara-negara lain,” kata Parolin, seperti dilansir TRT World.

Parolin juga menegaskan bahwa pengelolaan krisis global semestinya berada dalam mandat Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). “Bagi kami, ada beberapa isu krusial yang perlu diselesaikan,” kata dia, dikutip Arab News. “Artinya, di tingkat internasional, yang terutama mengelola situasi krisis ini adalah PBB. Ini adalah salah satu poin yang telah kami tekankan.”

Board of Peace diperkenalkan Trump dalam World Economic Forum di Davos pada Januari lalu. Pada awalnya, dewan tersebut dirancang untuk mengawasi gencatan senjata di Gaza serta rekonstruksi wilayah itu setelah perang antara Hamas dan Israel.

Seiring waktu, mandat Board of Peace dilaporkan meluas menjadi forum untuk menangani berbagai konflik internasional. Dewan itu dipimpin langsung oleh Trump dan dijadwalkan menggelar pertemuan perdana di Washington pada Kamis, 19 Februari 2026, dengan agenda pembahasan rekonstruksi Gaza.

Menurut laporan yang beredar, sedikitnya 19 negara telah menandatangani piagam pendirian dewan tersebut. Negara yang ingin menjadi anggota tetap diminta membayar satu miliar dolar Amerika Serikat. Undangan kepada Presiden Rusia Vladimir Putin—yang negaranya menginvasi Ukraina pada 2022—juga menuai kritik.

Komposisi dewan disebut mencakup sekutu dekat Amerika Serikat di Eropa, Timur Tengah, Asia Timur, dan Amerika Latin. Italia serta Uni Eropa menyatakan akan hadir sebagai pengamat karena tidak bergabung sebagai anggota.

Selain Vatikan, Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum menyatakan negaranya tidak akan menjadi anggota penuh. Ia menilai ketiadaan perwakilan Palestina dalam struktur dewan menjadi alasan utama.

“Kami mengakui Palestina sebagai sebuah negara, maka penting bahwa kedua negara, Israel dan Palestina, berpartisipasi. Struktur yang ada tidak seperti itu,” kata Sheinbaum dalam konferensi pers pada Selasa lalu. Ia mengatakan Meksiko akan mengirim duta besarnya untuk PBB sebagai pengamat.

“Mereka mengundang kami untuk hadir sebagai pengamat; jika kami tidak akan berpartisipasi, maka setidaknya hadir sebagai pengamat. Bersama menteri luar negeri, kami memutuskan bahwa duta besar kami untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa akan hadir sebagai pengamat,” ujarnya.