Hampir 70 persen warga Amerika Serikat menyatakan khawatir terhadap konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. Temuan itu tercatat dalam survei YouGov bersama CBS News yang dirilis pada Minggu (12/4/2026).
Dalam survei tersebut, 68 persen responden memilih kata “khawatir” untuk menggambarkan perasaan mereka. Selain itu, 57 persen mengaku merasa tertekan, sementara 54 persen menyatakan marah.
Survei juga menunjukkan 59 persen warga menilai konflik berjalan “agak buruk” atau “sangat buruk” bagi AS. Angka ini naik dua poin dibandingkan hasil survei pada 22 Maret 2026.
Terkait kepemimpinan pemerintah, 62 persen responden menilai Presiden Donald Trump tidak memiliki rencana yang jelas dalam menghadapi konflik tersebut. Sebanyak 66 persen lainnya menyebut pemerintah belum menjelaskan tujuan militernya.
Pernyataan Trump yang mengancam akan “menghancurkan peradaban Iran” melalui unggahan di Truth Social pada 7 April juga dinilai negatif oleh 59 persen responden. Dari jumlah itu, 47 persen menyatakan sangat tidak menyukai pernyataan tersebut.
Secara keseluruhan, 64 persen warga AS tidak menyetujui cara Trump menangani situasi dengan Iran, naik dua poin dari survei sebelumnya. Sementara itu, 61 persen responden memberikan penilaian negatif terhadap kinerja Trump.
Survei dilakukan pada 8–10 April terhadap 2.387 orang dewasa di AS, dengan margin kesalahan 2,4 poin persentase.
Ketegangan antara AS dan Iran dilaporkan memanas sejak 28 Februari, ketika AS dan Israel melancarkan serangan ke sejumlah target di Iran, termasuk di Teheran, yang menimbulkan korban sipil. Iran kemudian membalas dengan menyerang wilayah Israel serta pangkalan militer AS di Timur Tengah.
Pada Selasa, Trump mengumumkan adanya kesepakatan gencatan senjata selama dua pekan dengan Iran.