Survei Asia Pacific Health and Economic Empowerment 2025 yang dilakukan Herbalife menunjukkan tingkat optimisme ekonomi yang lebih tinggi di kalangan wirausaha dibandingkan non-wirausaha di kawasan Asia Pasifik. Survei ini juga mencatat wirausaha merasa lebih berdaya dalam mengambil keputusan terkait stabilitas keuangan dan pengelolaan kesehatan.
Survei yang dilaksanakan pada Oktober itu melibatkan 8.505 responden, termasuk 2.245 wirausaha, di 11 pasar: Australia, Hong Kong SAR, Indonesia, Jepang, Korea, Malaysia, Filipina, Singapura, wilayah Taiwan, Thailand, dan Vietnam.
Dalam penilaian terhadap kondisi ekonomi saat ini, 43% wirausaha menyebut situasi mereka “sangat baik”. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan non-wirausaha, yang berada di 25%.
Melihat 12 bulan ke depan, 74% wirausaha memperkirakan kesejahteraan ekonomi mereka akan membaik. Sementara itu, optimisme serupa tercatat pada 48% responden non-wirausaha.
Survei juga menemukan wirausaha lebih yakin mencapai target ekonomi, baik jangka pendek maupun jangka panjang. Sekitar setengah dari wirausaha yang disurvei merasa yakin dapat mencapai tujuan ekonomi jangka pendek dalam 12 bulan, atau 23 poin persentase lebih tinggi dibandingkan non-wirausaha. Untuk tujuan ekonomi jangka panjang dalam lima tahun, 51% wirausaha menyatakan optimistis, 21 poin persentase lebih tinggi dibandingkan responden yang bukan wirausaha.
Dari sisi pemberdayaan, hampir enam dari 10 wirausaha (59%) menyatakan merasa mampu mengambil keputusan untuk meningkatkan stabilitas keuangan dan kesejahteraan ekonomi. Angka ini 18 poin persentase lebih tinggi dibandingkan non-wirausaha (39%).
Pemberdayaan kesehatan juga tercatat lebih tinggi pada kelompok wirausaha. Sebanyak 65% wirausaha menyatakan merasa mampu mengambil keputusan untuk meningkatkan kesejahteraan fisik, mental, dan emosional, dibandingkan 48% pada non-wirausaha.
Perbedaan ini turut tercermin pada keyakinan mencapai tujuan kesehatan. Lebih dari separuh wirausaha (56%) merasa yakin dapat mencapai tujuan kesehatan dalam 12 bulan ke depan, sementara pada non-wirausaha angkanya 33%.
Survei tersebut juga menegaskan adanya keterkaitan erat antara pemberdayaan ekonomi dan kesehatan. Responden yang merasa sangat berdaya dalam mengambil keputusan untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi cenderung memiliki tingkat pemberdayaan kesehatan yang lebih tinggi, menunjukkan bahwa kepercayaan diri dalam keputusan keuangan berjalan beriringan dengan keyakinan dalam mengelola kesehatan pribadi.
Managing Director Asia Pacific Herbalife, Thomas Harms, mengatakan temuan survei ini berbeda dari anggapan umum bahwa kehidupan wirausaha selalu penuh tekanan dan berujung pada kejenuhan. Menurutnya, survei justru menunjukkan wirausaha memiliki tingkat optimisme ekonomi, kepercayaan diri, dan pemberdayaan yang lebih tinggi.
“Dalam kondisi ekonomi saat ini, banyak orang mencari cara untuk memperoleh sumber pendapatan tambahan,” ujar Harms. Ia menambahkan Herbalife berkomitmen mendukung masyarakat yang ingin meningkatkan kesehatan dan kebugaran, serta menawarkan kesempatan membangun bisnis sendiri sebagai distributor independen.

