Spanyol berencana memperkuat hubungan politik dan finansial dengan China di tengah langkah Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang dinilai mengguncang tatanan ekonomi global. Rencana tersebut tertuang dalam strategi baru Asia-Pasifik yang memetakan prioritas Madrid untuk tiga tahun ke depan.
Menurut dokumen strategi yang diperoleh Bloomberg News menjelang perilisannya pada Jumat (20/2), Spanyol mendorong peningkatan pertemuan tingkat tinggi serta pertukaran ekonomi dengan China. Madrid juga mengajak negara-negara Eropa lain untuk berkoordinasi dalam menjalin hubungan dengan Beijing.
Dalam dokumen itu, Spanyol menyatakan ingin mendorong agenda bilateral yang “positif dan ambisius” dengan China, termasuk memperkuat kemitraan strategis yang komprehensif serta mempertahankan hubungan bilateral yang disebut sangat baik.
Strategi tersebut menegaskan posisi Spanyol sebagai salah satu negara di Eropa yang berupaya memperdalam hubungan dengan China, sekaligus menunjukkan kesiapannya untuk tidak mengikuti peringatan dari pemerintahan Trump. Tahun lalu, Perdana Menteri Pedro Sánchez mengunjungi Beijing hanya beberapa hari setelah Trump mengumumkan tarif terhadap hampir semua negara.
Kunjungan Sánchez itu sempat menuai kritik dari Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, yang menyebut langkah tersebut sebagai tindakan yang “menghancurkan diri sendiri.”

