Sejumlah perkembangan ekonomi global pada 9 Februari 2026 menyoroti dinamika pasar keuangan dan kebijakan yang bergerak cepat, mulai dari langkah perusahaan emas di China, reli tajam bursa Jepang, perhatian Bank Sentral Eropa terhadap penguatan euro, hingga potensi eskalasi tarif antara Amerika Serikat dan Korea Selatan.
Di China, China National Gold Group Co Ltd mengumumkan penangguhan sementara layanan pembelian kembali logam mulia pada hari Sabtu, Minggu, dan hari libur nasional. Kebijakan tersebut berlaku segera dan disampaikan sebagai bagian dari restrukturisasi layanan di tengah volatilitas pasar.
Dari Jepang, pasar saham Asia dilaporkan menguat tajam pada pagi hari 9 Februari, dengan Jepang menjadi pendorong utama. Kemenangan telak Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi dalam pemilihan Dewan Perwakilan Rakyat memperkuat ekspektasi pasar terhadap kebijakan stimulus ekonomi baru. Indeks Nikkei 225 memimpin penguatan di kawasan dengan kenaikan lebih dari 5% dan menembus 57.000 poin untuk pertama kalinya, sekaligus mencetak rekor tertinggi sepanjang masa.
Sementara itu di Eropa, Bank Sentral Eropa (ECB) disebut akan menilai dampak apresiasi euro dalam beberapa waktu terakhir terhadap pertumbuhan harga konsumen. Penilaian itu akan tercermin dalam prakiraan triwulanan ECB yang diperkirakan dirilis pada Maret.
Di sisi hubungan dagang, Amerika Serikat mengancam akan menaikkan tarif terhadap Korea Selatan jika kemajuan terkait penyelesaian hambatan non-tarif dinilai lambat. Pada 9 Februari, Menteri Luar Negeri Korea Selatan Cho Hyun mengatakan bahwa Perwakilan Dagang AS Jamieson Greer telah menyampaikan bahwa AS akan memberlakukan kembali tarif pembalasan ke tingkat pra-kesepakatan sebesar 25% apabila Korea Selatan tidak menunjukkan kemajuan dalam menangani hambatan non-tarif.

