BERITA TERKINI
Somalia Ancam Langkah Balasan atas Diplomasi Israel dengan Somaliland, Singgung Bab al-Mandeb

Somalia Ancam Langkah Balasan atas Diplomasi Israel dengan Somaliland, Singgung Bab al-Mandeb

Ketegangan di kawasan Tanduk Afrika kembali meningkat setelah Pemerintah Federal Somalia melontarkan ancaman langkah balasan sebagai respons atas langkah diplomatik Israel yang melibatkan Somaliland. Situasi ini disebut sebagai eskalasi dari ketegangan yang telah berkembang sejak akhir 2025.

Pemicunya bermula pada 26 Desember 2025, ketika Israel menjadi negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pertama yang mengakui Somaliland sebagai negara berdaulat dan merdeka. Langkah itu dikaitkan dengan semangat Abraham Accords dan dipandang sebagai bagian dari upaya Israel memperluas pengaruh di koridor Laut Merah.

Ketegangan kembali memuncak pada pertengahan April 2026 setelah Israel secara resmi menunjuk Michael Lotem sebagai duta besar non-residen untuk Somaliland. Di mata Mogadishu, penunjukan tersebut tidak lagi sekadar wacana, melainkan dianggap sebagai pelembagaan hubungan yang dinilai melanggar kedaulatan Somalia.

Menanggapi perkembangan itu, utusan Somalia untuk Ethiopia dan Uni Afrika, Abdullahi Mohamed Warfa, menyampaikan peringatan tegas melalui media sosial. Ia menyatakan Somalia akan mengambil langkah-langkah balasan.

Sorotan internasional menguat setelah muncul ancaman pembatasan atau blokade di Selat Bab al-Mandeb, salah satu jalur perdagangan tersibuk di dunia. Wacana tersebut dinilai berpotensi menimbulkan dampak ekonomi luas karena Bab al-Mandeb merupakan lintasan penting bagi arus energi dan komoditas global.