SMF Research Institute menyatakan pendanaan program rumah subsidi, termasuk melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), tetap terjaga kuat dan berkelanjutan di tengah ketidakpastian ekonomi global. Optimisme ini ditopang oleh stabilitas ekonomi nasional yang dinilai masih solid.
Sepanjang 2025, pertumbuhan ekonomi Indonesia tercatat 5,11% (year on year/yoy), meningkat dibandingkan 5,03% (yoy) pada tahun sebelumnya. Pada Triwulan IV-2025, pertumbuhan ekonomi mencapai 5,39% (yoy), lebih tinggi dibanding Triwulan III-2025 yang sebesar 5,04% (yoy).
SMF Research Institute mencatat, penguatan pada akhir 2025 didorong oleh konsumsi rumah tangga yang tumbuh 5,11% serta investasi atau Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) yang meningkat 6,12%. Kondisi makroekonomi tersebut turut tercermin pada tren Kredit Pemilikan Rumah (KPR) yang mengalami kenaikan. Pertumbuhan KPR pada Oktober 2025 berada di 6,9% (yoy) dan naik menjadi 7,05% (yoy) pada Desember 2025.
Dalam mendukung pasokan pembiayaan rumah subsidi, PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF—sebagai Special Mission Vehicle (SMV) Kementerian Keuangan—menjalankan peran penyedia pendanaan jangka panjang. Sejak 2018, SMF secara konsisten menyediakan porsi pendanaan sebesar 25% dalam skema KPR FLPP untuk membantu masyarakat berpenghasilan rendah memperoleh akses rumah dengan suku bunga tetap dan harga terjangkau.
Direktur Utama SMF Ananta Wiyogo menyampaikan komitmen perusahaan untuk menjaga keberlanjutan pendanaan FLPP melalui strategi pembiayaan yang tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian. “Untuk menjaga keberlanjutan pendanaan FLPP, SMF terus mengoptimalkan strategi blended financing melalui penerbitan surat utang dan Efek Beragun Aset (EBA-SP), serta memperluas basis investor domestik. Pendekatan ini dilakukan dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian, manajemen risiko yang kuat, serta tata kelola yang baik,” kata Ananta dalam keterangan tertulis, Jumat, 27 Februari 2026.
SMF juga menyatakan akan terus memperkuat pasar pembiayaan sekunder seiring stabilitas ekonomi yang terjaga. Upaya tersebut diarahkan untuk mendukung kelangsungan program rumah subsidi serta membantu penanganan backlog perumahan nasional. Ke depan, SMF menyebut akan memantau dinamika ekonomi agar dukungan pembiayaan tetap adaptif terhadap kebutuhan masyarakat.

