BERITA TERKINI
Mentan Amran Dorong Hilirisasi Sawit untuk Perkuat Posisi Ekonomi Indonesia di Pasar Global

Mentan Amran Dorong Hilirisasi Sawit untuk Perkuat Posisi Ekonomi Indonesia di Pasar Global

Jakarta—Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menekankan pentingnya hilirisasi kelapa sawit sebagai strategi utama untuk memperkuat posisi Indonesia dalam perekonomian global. Pernyataan itu disampaikan saat menghadiri Pertemuan Saudagar Bugis Makassar (PSBM) XXVI di Makassar, Kamis (26/03/2026).

Amran menjelaskan, kebijakan hilirisasi menitikberatkan pada penghentian ekspor bahan mentah agar nilai tambah komoditas dapat dinikmati di dalam negeri. Dalam konteks sawit, fokusnya adalah pemanfaatan Crude Palm Oil (CPO) untuk mendukung kemandirian energi dan ketahanan pangan nasional.

Menurut Amran, Indonesia memiliki pengaruh besar apabila mampu memaksimalkan pengolahan industri hilir secara menyeluruh, terutama untuk memenuhi kebutuhan pasar internasional yang masih sangat bergantung pada pasokan dari dalam negeri. “Kalau CPO kita olah semua menjadi margarin, kosmetik, dan produk turunan lainnya, dunia akan sangat bergantung pada Indonesia. Kita kuasai lebih dari 60% pasar dunia. Artinya Indonesia sangat menentukan,” ujar Amran, dikutip dari pertanian.go.id, Kamis (02/04/2026).

Data yang disampaikan menyebut Indonesia saat ini menguasai mayoritas suplai minyak sawit mentah dunia. Kondisi itu dinilai memberi keunggulan kompetitif bagi agribisnis nasional dalam memengaruhi arah pasar.

Selain sawit, pemerintah juga memasukkan kelapa dan gambir dalam peta jalan hilirisasi. Indonesia disebut menyuplai sekitar 80% kebutuhan gambir dunia, namun sebagian besar masih diekspor dalam bentuk setengah jadi.

Sejumlah poin utama dalam program hilirisasi yang dipaparkan meliputi transformasi CPO menjadi produk kosmetik, margarin, dan bahan kimia; pengembangan turunan kelapa seperti Virgin Coconut Oil (VCO) serta air kelapa kemasan; dan peningkatan nilai tambah gambir untuk kebutuhan industri farmasi dan tekstil global.

Amran menegaskan pemerintah akan melanjutkan agenda tersebut meski tidak selalu mendapat dukungan semua pihak. “Tidak semua orang senang kalau kita swasembada. Tapi kita akan lanjutkan perjuangan ini. Kita akan jadikan Indonesia besar melalui pangan, energi, dan hilirisasi. Di situlah masa depan ekonomi Indonesia,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Amran menyampaikan klaim dampak kebijakan kedaulatan pangan terhadap pasar internasional. Berdasarkan data terbaru yang disebutkan, keberhasilan Indonesia mengurangi impor beras hingga nol ton diklaim menurunkan harga beras dunia sebesar 44%.

Capaian itu juga disebut mengantarkan Indonesia meraih penghargaan tertinggi dari Food and Agriculture Organization (FAO) selama dua tahun berturut-turut pada 2024 dan 2025, terkait kontribusi dalam memperkuat sistem pangan global melalui teknologi pertanian.

Amran menambahkan, minat investasi dari sejumlah negara maju seperti Jepang, Kanada, Chile, hingga Belarus dilaporkan meningkat. Perwakilan negara-negara tersebut disebut melakukan kunjungan resmi untuk mempelajari teknologi serta implementasi program swasembada pangan di Indonesia.

Ia juga menyinggung visi jangka panjang Presiden Republik Indonesia yang memprioritaskan swasembada pangan dan energi. Menurutnya, langkah tersebut ditempuh sebagai antisipasi untuk mencegah krisis politik dan konflik sosial yang dapat dipicu oleh kelangkaan bahan pokok.