BERITA TERKINI
Skenario Penyerahan Uranium Iran Dinilai Berpotensi Jadi Terobosan Diplomasi

Skenario Penyerahan Uranium Iran Dinilai Berpotensi Jadi Terobosan Diplomasi

Klaim Presiden Amerika Serikat Donald Trump bahwa Iran bersedia menyerahkan persediaan uranium olahannya memicu spekulasi di tengah proses negosiasi yang masih berlangsung.

Pakar Hukum Internasional Prof. Hikmahanto Juwana menilai skenario tersebut memungkinkan terjadi sebagai bagian dari terobosan diplomasi, terutama bila ditempuh melalui mekanisme yang dapat diterima dalam hukum internasional.

Menurut Hikmahanto, secara teknis uranium yang telah diperkaya tidak dapat dihilangkan begitu saja. Karena itu, opsi pemindahan atau penitipan ke negara ketiga dinilai sebagai solusi yang paling realistis.

“Sebenarnya uranium yang diperkaya tidak bisa dihilangkan. Oleh karenanya, Rusia bersedia untuk menyimpan uranium yang telah diperkaya milik Iran, sehingga ini bisa menjadi jalan tengah atas kecurigaan AS bahwa Iran akan merakit senjata nuklir,” ujar Hikmahanto kepada Metrotvnews.com, Jumat, 17 April 2026.

Hikmahanto menjelaskan, akar konflik antara AS dan Iran selama ini terletak pada perbedaan pandangan mengenai tujuan program nuklir Teheran. Iran menegaskan program nuklirnya untuk kepentingan damai, seperti pembangkit listrik, sementara AS menuntut penghentian aktivitas yang berpotensi mengarah pada pengembangan senjata nuklir.

Dalam konteks tersebut, pemindahan uranium ke pihak ketiga dapat menjadi kompromi yang menjembatani kepentingan kedua pihak. Ia menilai, jika skenario itu direalisasikan secara sukarela oleh Iran, langkah tersebut dapat menjadi momentum penting dalam proses perdamaian.

“Menurut saya, ini merupakan terobosan untuk mencapai perdamaian yang abadi,” tegasnya.