BERITA TERKINI
Siswa Ha Tinh Vo Sy Quoc Anh Masuk Tim Olimpiade Matematika Asia-Pasifik 2026

Siswa Ha Tinh Vo Sy Quoc Anh Masuk Tim Olimpiade Matematika Asia-Pasifik 2026

Institut Studi Lanjutan Matematika Vietnam (VIASM), unit yang ditugaskan Kementerian Pendidikan dan Pelatihan untuk memimpin seleksi peserta Olimpiade Matematika Asia-Pasifik (APMO), baru-baru ini mengumumkan daftar 22 siswa yang akan mengikuti APMO 2026. Dari daftar tersebut, Provinsi Ha Tinh memiliki satu wakil, yakni Vo Sy Quoc Anh, siswa kelas 12 Matematika 1 di Sekolah Menengah Kejuruan Ha Tinh.

Nama Quoc Anh mencuat setelah meraih nilai 34,5 pada Ujian Seleksi Siswa Berprestasi Nasional 2026. Dengan skor itu, ia menempati peringkat kedua dari hampir 680 peserta bidang Matematika di seluruh negeri, sekaligus menyandang gelar juara kedua nasional dan melaju ke babak seleksi tim Olimpiade Matematika Internasional (IMO). Hasil tersebut menjadi peningkatan dibanding capaian saat kelas 11, ketika ia meraih peringkat ketiga pada kompetisi siswa berprestasi nasional.

Quoc Anh mengaku bersyukur dapat terpilih dalam tim APMO. Ia menyebut kesempatan ini sebagai ruang untuk menguji batas kemampuan dalam kompetisi besar, namun menilai pencapaian tersebut baru awal dari perjalanan yang lebih menantang. Ia mengatakan ingin tetap fokus, menjadikan kebanggaan sebagai motivasi untuk terus mendalami soal-soal sulit, dan membawa hasil terbaik bagi daerah asalnya.

Menurutnya, keberhasilan yang diraih merupakan hasil dari proses panjang yang dijalani dengan ketekunan. Ia memandang matematika bukan sekadar angka, melainkan “bahasa” untuk mengeksplorasi hukum-hukum dunia. Masuk tim APMO juga, kata dia, membuka peluang berinteraksi dengan talenta matematika terbaik sehingga memperluas wawasan dan mengasah kemampuan menghadapi kompetisi internasional.

Rekam jejak prestasi Quoc Anh tercatat sejak sekolah dasar. Saat kelas 4 SD, ia meraih Medali Perunggu nasional dalam Ajang Pencarian Bakat Matematikawan Muda (MYTS). Prestasi kemudian berlanjut dengan Medali Emas nasional SASMO saat kelas 6, medali perak SIMOC tingkat internasional saat kelas 7, serta medali perak SASMO saat kelas 8.

Pada kelas 8, ia juga disebut “melompati” satu tingkat kelas untuk mengikuti kompetisi siswa berprestasi tingkat provinsi bagi siswa kelas 9 dan meraih hadiah kedua bidang Matematika. Titik balik lainnya terjadi ketika ia menjadi peraih nilai tertinggi dalam ujian masuk kelas Matematika khusus di SMA Ha Tinh untuk Siswa Berbakat. Di sekolah tersebut, ia mendapatkan pembinaan dari guru-guru berpengalaman yang, menurutnya, membantu membentuk cara berpikir sistematis, logis, dan kreatif.

Ditanya mengenai cara belajarnya, Quoc Anh mengatakan tidak memiliki rahasia khusus selain konsentrasi dan disiplin tinggi dalam belajar mandiri. Saat menghadapi soal sulit, ia memilih tidak terburu-buru mencari jawaban, melainkan berupaya memahami esensi dan asal-usul persoalan. Ia juga rutin membaca materi berbahasa Inggris dan mengikuti forum matematika untuk memperbarui pendekatan penyelesaian soal dari berbagai negara.

Selain itu, ia menilai keseimbangan belajar dan istirahat penting untuk menjaga ketahanan mental. Ketika merasa tertekan, ia memilih mendengarkan musik atau berolahraga untuk meredakan stres dan memberi ruang bagi pikirannya memulihkan energi kreatif.

Ibu Quoc Anh, Nguyen Thi Minh, mengatakan keluarga berupaya menciptakan kondisi terbaik agar anaknya dapat mengejar minat tanpa tekanan berlebihan untuk berprestasi. Ia menilai pencapaian putranya merupakan hasil kerja keras yang konsisten serta dukungan pengajaran dari para guru. Keluarga, kata dia, berharap Quoc Anh tetap percaya diri dan teguh pada pilihan yang dijalani.

Menjelang APMO 2026, Quoc Anh menyatakan tengah memusatkan persiapan pada materi yang kerap muncul dalam ujian internasional, seperti Geometri dan Aritmatika. Ia juga berlatih manajemen waktu dan membangun kesiapan psikologis saat mengerjakan ujian. Targetnya, bukan hanya tampil maksimal, tetapi juga menghasilkan solusi akurat yang mencerminkan gaya penyelesaiannya dan berkontribusi bagi hasil tim Vietnam.

Wali kelas Matematika 12, Le Minh Tuan, menilai Quoc Anh sebagai siswa yang cerdas, rendah hati, dan memiliki motivasi kuat. Ia menyebut keunggulan utama siswanya terletak pada kemampuan belajar mandiri dan berpikir independen. Menurutnya, Quoc Anh juga dikenal ramah serta kerap membantu teman dalam belajar. Ia meyakini, dengan kemampuan dan dasar pengetahuan yang dimiliki, Quoc Anh berpeluang meraih hasil tinggi pada APMO mendatang.