Lembaga Sertifikasi Sistem dan Jasa, Societe Generale de Surveillance (SGS), menyebut ekspor ke kawasan Timur Tengah dan Afrika menunjukkan tren pertumbuhan yang konsisten. Menurut SGS, tiap negara tujuan ekspor di dua wilayah tersebut rata-rata membukukan pertumbuhan sekitar 10 persen setiap tahun.
Business Development Manager PT SGS Indonesia, Armin Tanjung, mengatakan kondisi itu dipicu oleh karakter pasar Afrika dan Timur Tengah yang relatif masih baru. Ia menilai hal tersebut turut mendorong peningkatan kinerja ekspor Indonesia ke kawasan tersebut.
Data Kementerian Perdagangan (Kemendag) mencatat nilai ekspor Indonesia ke Timur Tengah dan Afrika mencapai USD 7,6 juta pada 2010. Angka itu meningkat dibandingkan 2009 yang tercatat sebesar USD 6,4 juta.

