BERITA TERKINI
Serangan Militer AS ke Iran Picu Ketidakpastian Global dan Kekhawatiran Risiko Ekonomi

Serangan Militer AS ke Iran Picu Ketidakpastian Global dan Kekhawatiran Risiko Ekonomi

Keputusan Presiden Amerika Serikat Donald Trump melancarkan serangan militer terhadap Iran memicu kembali ketidakpastian global. Di tengah eskalasi tersebut, pasar energi dan pelaku usaha internasional bersiap menghadapi potensi gejolak lanjutan.

Langkah militer itu dinilai berseberangan dengan pernyataan Trump sebelumnya yang mengkritik kebijakan intervensi luar negeri para pendahulunya. Saat berkunjung ke Timur Tengah pada Mei lalu, Trump menyatakan Amerika Serikat tidak lagi berupaya membentuk ulang negara lain. Namun, kurang dari setahun kemudian, ia memerintahkan serangan besar ke Iran dengan alasan melindungi kepentingan keamanan nasional.

Sejumlah analis mempertanyakan arah kebijakan tersebut. Peneliti senior Center for International Policy, Negar Mortazavi, menyebut konflik ini sebagai “perang pilihan”.

“Ini sekali lagi perang yang diluncurkan AS dengan dorongan dari Israel,” kata Mortazavi, seperti dikutip Aljazeera, Ahad (1/3/2026).

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu selama dua dekade terakhir berulang kali memperingatkan ancaman nuklir Iran. Namun Iran membantah mengembangkan senjata nuklir. Sejumlah pejabat AS sebelumnya juga mengakui tidak ada bukti publik bahwa Teheran sedang mempersenjatai program pengayaan uraniumnya.

Dalam perkembangan terbaru, Trump mengangkat isu pengembangan rudal balistik Iran sebagai ancaman baru. Dalam pidato kenegaraan pekan ini, ia menyebut Iran tengah membangun kemampuan rudal yang dapat menjangkau Amerika Serikat, meski klaim tersebut belum disertai bukti terbuka.