BERITA TERKINI
Serangan AS ke Pulau Kharg Tingkatkan Kekhawatiran Gangguan Pasokan Minyak Global

Serangan AS ke Pulau Kharg Tingkatkan Kekhawatiran Gangguan Pasokan Minyak Global

Serangan besar Amerika Serikat (AS) ke Pulau Kharg, pusat utama ekspor minyak Iran di Teluk Persia, memicu kekhawatiran baru terhadap potensi gangguan pasokan energi di Timur Tengah. Serangan ini terjadi saat pasar minyak dan gas global sudah berada dalam kondisi tidak stabil setelah dua pekan konflik bersenjata di kawasan tersebut.

Presiden AS Donald Trump menyatakan melalui akun Truth Social pada Jumat bahwa militer AS mengebom target militer di Pulau Kharg. Namun, ia menegaskan infrastruktur minyak di pulau itu tidak menjadi sasaran serangan.

Trump juga memperingatkan pimpinan Iran bahwa keputusan untuk tidak menargetkan fasilitas minyak dapat berubah apabila Iran mencoba mengganggu kapal yang melintas di Selat Hormuz, jalur penting pengiriman energi global.

Pemerintah Iran merespons dengan peringatan bahwa setiap serangan terhadap infrastruktur energi mereka akan dibalas dengan menyerang fasilitas energi yang terkait dengan AS di kawasan.

Ketegangan meningkat setelah serangan drone yang berhasil dicegat memicu kebakaran di terminal ekspor utama di Pelabuhan Fujairah, Uni Emirat Arab, pada Sabtu (14/3/2026). Insiden tersebut memaksa penghentian sementara proses pemuatan minyak mentah dan produk olahan pada hari yang sama.

Meski demikian, hingga saat ini kedua pihak belum melaporkan adanya kerusakan pada fasilitas energi di Pulau Kharg. Namun, serangan tersebut dinilai menambah risiko terhadap pasar minyak global, di tengah konflik yang telah menekan produksi dan hampir menutup jalur pelayaran di Selat Hormuz.

Harga minyak mentah dilaporkan telah melonjak lebih dari 40 persen sejak perang pecah dua pekan lalu. Badan Energi Internasional (International Energy Agency/IEA) bahkan menyebut konflik ini telah menciptakan gangguan pasokan terbesar dalam sejarah pasar minyak dunia.

Iran sangat bergantung pada Pulau Kharg sebagai pusat ekspor minyaknya. Sekitar sembilan dari setiap 10 barel ekspor minyak Iran dikirim melalui pulau tersebut, dengan sebagian besar pengiriman menuju China.

Pada Sabtu, sejumlah kapal tanker masih terlihat bersandar di Pulau Kharg. Media Iran juga melaporkan ekspor minyak tetap berjalan normal.