Sebanyak 10 tim basket dari delapan sekolah di Indonesia akan bersaing memperebutkan tiket ke Kejuaraan Asia Pasifik melalui ajang High School Basketball Championship (HSBC) 2026.
Turnamen tersebut dijadwalkan berlangsung di MS Sport Arena, Tangerang Selatan, pada 13–17 Mei 2026. Kompetisi dibagi ke dalam dua sektor, yakni putra dan putri. Di sektor putra terdapat tujuh tim, sementara sektor putri diikuti tiga tim.
Juara dari masing-masing sektor akan mendapatkan hak tampil di Kejuaraan Asia Pasifik yang akan digelar di Singapura pada 22–28 Juni 2026.
Untuk kategori putra, peserta HSBC 2026 terdiri dari Jubilee School Jakarta, SMA Pangudi Luhur Jakarta, Sekolah Bina Tunas Bangsa Jakarta, SMA 1 PSKD Jakarta, SMA Surabaya Cambridge School, SMA Cita Hati Christian School Surabaya, serta SMA Mighty Olifant Yogyakarta.
Sementara itu, nomor putri akan diikuti oleh Jubilee School Jakarta, SMA 1 PSKD Jakarta, dan SMA BPK Penabur Cirebon.
Perwakilan Panitia Penyelenggara HSBC 2026, Murni Setionegoro, mengatakan ajang ini ditujukan untuk mendorong sekolah-sekolah Indonesia agar dapat tampil di panggung internasional melalui bola basket.
“Kami ingin menyuarakan sekolah Indonesia untuk berkompetisi di Asia Pasifik. Semoga ini jadi semangat bagi sekolah-sekolah untuk meningkatkan kualitas tim bola basketnya,” kata Murni dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (11/5).
Murni menambahkan, HSBC 2026 masih menerapkan sistem undangan yang berbasis seleksi mandiri berdasarkan performa tim basket sekolah pada ajang lain. Ia menyebut panitia mengundang juara tahun lalu, termasuk Jubilee dan Penabur Cirebon.
“Untuk tahun ini, kami mengundang juara tahun lalu seperti Jubilee dan Penabur Cirebon. Harapannya di setiap tahun yang akan dilaksanakan akan berjalan semakin baik lagi,” ujarnya.
Dukungan terhadap penyelenggaraan HSBC 2026 juga disampaikan Wakil Sekretaris Jenderal Perbasi, Ratana Arya Krishnan. Ia menilai atlet muda perlu mendapatkan lebih banyak kesempatan bertanding, terlepas dari hasil akhir.
“Perbasi ingin terus memberi jalan untuk memicu diri giat berlatih. Turnamen dan kesempatan itu ada banyak yang bisa diikuti. Tapi soal gagal atau berhasil nomor dua, tapi yang penting adalah kesempatan bertanding,” kata Ratana.