High School Basketball Championship (HSBC) 2026 diprediksi berlangsung ketat di sektor putra dan putri. Sejumlah sekolah unggulan akan bersaing memperebutkan gelar sekaligus tiket mewakili Indonesia di Kejuaraan Asia Pasifik.
Di kategori putra, tujuh tim dibagi ke dalam dua grup. Grup A dihuni oleh SMA Mighty Olivant Yogyakarta, SMA Pangudi Luhur Jakarta, SMA Bina Tunas Bangsa Jakarta, dan SMA PSKD Jakarta. Sementara itu, Grup B mempertemukan juara bertahan SMA Jubilee Jakarta dengan SMA Cita Hati Surabaya serta Cambridge School Surabaya.
Persaingan sektor putri diikuti tiga tim, salah satunya BPK Penabur Cirebon. Penabur akan mendapat tantangan dari dua tim yang pernah menjadi kampiun DBL Jakarta, yakni SMA PKSD Jakarta (juara edisi 2025) dan SMA Jubilee (juara seri 2026).
Ketua Panitia Pelaksana High School Basketball Championship, Murni Setionegoro, menilai status juara bertahan bakal menambah tensi kompetisi. Dalam jumpa pers di Kemenpora, Senin (11/5/2026), ia mengatakan motivasi mempertahankan gelar akan mendorong para pemain tampil maksimal. “Persaingan tahun ini diprediksi seru. Status juara bertahan Jubilee di sektor putra dan Penabur di kategori putri akan menjadi motivasi tersendiri bagi pemain untuk berjuang habis-habisan di pertandingan nanti. Mereka tidak hanya mengejar kemenangan, tapi juga gengsi sebagai juara bertahan. Ini akan menjadi tantangan tersendiri bagi para pemain tentunya,” kata Murni.
Turnamen ini juga menjadi jalur menuju pentas internasional. Tim yang keluar sebagai juara akan memperoleh tiket untuk mewakili Indonesia di Kejuaraan Asia Pasifik yang rencananya digelar di Singapura pada 22–28 Juni mendatang. Ajang tersebut akan diikuti 24 tim U-18, terdiri dari 12 tim putra dan 12 tim putri, dari berbagai negara di kawasan Asia Pasifik.
Dukungan terhadap penyelenggaraan HSBC disampaikan sejumlah pemangku kepentingan. Sekretaris Bapopsi, Bayu Rahadian, menyebut pihaknya mendukung penuh karena kompetisi ini menjadi wadah bagi pebasket muda untuk membela Indonesia di ajang internasional. “Bapopsi mendukung penuh penyelenggaraan HSBC karena ini kegiatan yang menjadi wadah pebasket muda membela Indonesia di ajang internasional,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Sekretaris Jenderal DPP Perbasi, Ratana Arya Krishnan, menilai HSBC memberi ruang bagi pemain sekolah untuk menambah pengalaman bertanding. “Ini event yang bagus karena kegiatan memberikan kesempatan kepada seluruh pebasket di sekolah untuk bermain dan menambah jam terbang,” katanya.
Dari kubu SMA Jubilee Jakarta, para wakil tim menyatakan kesiapan menghadapi persaingan. Chimaobi Nzekwue menyebut tim putra Jubilee telah melakukan persiapan untuk mempertahankan gelar dan kembali berangkat ke Singapura. “Senang bisa membela tim Jubilee untuk bersaing perebutkan tiket ke kejuaraan di Asia Pasifik. Kami telah melakukan persiapan matang untuk hadapi turnamen ini,” kata Chima.
Di sektor putri, Kalila Ayesha Yasmin menegaskan timnya bertekad memperbaiki pencapaian tahun lalu yang berakhir di peringkat ketiga. “Kami termotivasi untuk perbaiki peringkat dan jadi juara, persaingan pasti sengit karena memperebutkan tiket ke Asia Pasifik,” ucap Kalila.