BERITA TERKINI
Seminar Bahas Tren Diplomasi Antar Masyarakat Global dan Dampaknya bagi Vietnam

Seminar Bahas Tren Diplomasi Antar Masyarakat Global dan Dampaknya bagi Vietnam

Sebuah seminar bertajuk “Tren Perkembangan Diplomasi Antar Masyarakat di Seluruh Dunia dan Dampaknya terhadap Vietnam” membahas perubahan lanskap internasional serta tuntutan pembaruan pendekatan diplomasi antar masyarakat Vietnam di tengah dinamika global yang kian kompleks.

Forum ini dihadiri para ahli, ilmuwan, dan pengelola di bidang hubungan luar negeri, teori politik, dan diplomasi antar masyarakat. Hadir antara lain Dong Huy Cuong selaku Wakil Presiden Persatuan Organisasi Persahabatan Vietnam sekaligus Sekretaris Ilmiah proyek; Duta Besar Nguyen Phuong Nga, mantan Presiden Persatuan Organisasi Persahabatan Vietnam; serta Profesor Madya Dr. Nguyen Viet Thao, mantan Wakil Direktur Akademi Politik Nasional Ho Chi Minh, Presiden Asosiasi Persahabatan Vietnam–Venezuela, Wakil Presiden Tetap Asosiasi Persahabatan Vietnam–Kuba, dan anggota kunci proyek yang memimpin seminar.

Seminar juga menghadirkan pembicara dan peneliti dari Akademi Politik Nasional Ho Chi Minh, Majalah Komunis, Universitas Ilmu Sosial dan Humaniora (Universitas Nasional Vietnam, Hanoi), serta Akademi Jurnalisme dan Komunikasi. Sejumlah perwakilan dari Kementerian Luar Negeri, Komite Pusat Front Tanah Air Vietnam, organisasi politik dan sosial, organisasi rakyat, asosiasi persahabatan, dan unit terkait turut ambil bagian.

Dalam pidato pembukaan, Dong Huy Cuong menilai dunia saat ini bergerak dalam kondisi konektivitas yang meningkat, namun diiringi fragmentasi mendalam pada aspek politik, ekonomi, serta ilmu pengetahuan dan teknologi. Di dalam negeri, ia menyampaikan posisi dan kekuatan Vietnam terus diperkuat, sementara Kongres Nasional Partai ke-14 menegaskan dan meningkatkan kerja urusan luar negeri serta integrasi internasional, termasuk diplomasi antar masyarakat.

Cuong menekankan diplomasi antar masyarakat selalu berkaitan dengan konteks internasional dan proses pembangunan negara. Berdasarkan pengalaman praktik, dukungan dan kerja sama dari sahabat internasional dipandang sebagai sumber daya penting untuk perdamaian, persahabatan, dan pembangunan. Dalam konteks baru—ditandai perkembangan pesat gerakan sosial global dan teknologi digital—aktivitas diplomasi antar masyarakat dinilai perlu bergeser ke arah yang lebih proaktif, fleksibel, dan efektif.

Sejumlah presentasi dalam seminar berfokus pada analisis lanskap global dan tren gerakan populer. Para peserta menilai konteks internasional berubah cepat dan sulit diprediksi. Sains dan teknologi, khususnya transformasi digital, disebut mengubah cara dunia terhubung, sementara globalisasi cenderung menyesuaikan diri ke arah yang lebih pragmatis.

Dalam situasi tersebut, diplomasi antar masyarakat dinilai tetap menjadi saluran penting untuk meningkatkan pemahaman, membangun kepercayaan, dan memobilisasi sumber daya internasional. Namun, forum ini juga menyoroti meningkatnya kebutuhan adaptasi dan inovasi dalam metode operasional.

Diskusi mengusulkan penguatan koordinasi antar saluran urusan luar negeri, penerapan langkah yang tersinkron dari tingkat pusat hingga daerah, serta pembaruan pemikiran menuju pendekatan yang proaktif, kreatif, praktis, dan efektif. Usulan lainnya mencakup perluasan dan pendalaman jaringan mitra, serta pengaitan diplomasi antar masyarakat dengan bidang pembangunan seperti ekonomi, ilmu pengetahuan dan teknologi, pendidikan, lingkungan, dan transformasi digital.

Selain itu, seminar mendorong peningkatan kualitas riset, peramalan, dan layanan konsultasi; promosi penerapan teknologi; pemanfaatan peran intelektual, tokoh berpengaruh, dan generasi muda; diversifikasi sumber daya; serta perluasan kerja sama multilateral.

Menutup seminar, Profesor Madya Dr. Nguyen Viet Thao menyatakan gerakan rakyat dan gerakan sosial di berbagai negara berkembang pesat, semakin beragam, dan memainkan peran yang kian signifikan dalam kehidupan politik internasional. Menurutnya, kondisi ini menuntut Vietnam segera berinovasi dalam pemikiran dan pendekatan, secara proaktif mengidentifikasi serta menghubungkan kekuatan yang tepat, sekaligus mengatasi keterbatasan dalam mekanisme dan metode operasional guna meningkatkan efektivitas diplomasi antar masyarakat di era baru.

Sejumlah topik yang dipresentasikan dalam seminar meliputi lanskap global dalam konteks baru dan dampaknya terhadap diplomasi antar masyarakat, diplomasi antar masyarakat dalam menghadapi tantangan keamanan non-tradisional dan isu global, evolusi gerakan populer global dan “masyarakat sipil” dalam konteks baru, serta usulan orientasi dan solusi untuk meningkatkan efektivitas diplomasi antar masyarakat Vietnam.